Khawatir Kunjungan Sepi, Pelaku Usaha Belum Siap Buka Tempat Wisata

loading...
Khawatir Kunjungan Sepi, Pelaku Usaha Belum Siap Buka Tempat Wisata
Petugas di tempat wisata Jatim Park III Kota Batu, menyemprotkan desinfektan diseluruh kawasan wisata untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona baru, Covid-19. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
SURABAYA - Meski Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki masa new normal atau normal baru, namun pelaku pariwisata belum siap untuk membuka tempat wisatanya.

Sebab, dikhawatirkan tingkat kunjungan masyarakat ke tempat wisata belum pulih seperti sedia kala. (Baca juga: Sektor Wisata di Jatim Siaga Penyebaran Virus Corona)

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jatim, Gondo Hartono, mengatakan, pemulihan usaha pariwisata tidak semudah yang dibayangkan. Meski tempat wisata dibuka kembali dengan berbagai persiapan matang yakni protokol kesehatan, tetapi jumlah kunjungan tetap menjadi pertimbangan atas keuntungan maupun kerugian.

“Kami ini (usaha wisata) mencari lalu lalang orang. Sekarang ini wisata belum siap, mungkin mulai bulan depan, saat ini sedang persiapan-persiapan sambil melihat kondisi pandemi ke depan seperti apa," kata dia, Jumat (12/6/2020).



Dia menjelaskan, sebuah obyek wisata sangat mengharapkan keramaian agar mampu membiayai operasional. Sebut saja, tempat wisata andalan yakni Jatim Park di Kota Batu. Jumlah karyawannya saja mencapai sekitar 5.000 orang.

Untuk awal, paling tidak ketika membuka wisatanya dibutuhkan minimal 3.000 orang karyawan. “Jika pengunjungnya tidak sampai 1.000 orang, tentu tarif masuk wisata tidak mampu menutup biaya operasional,” kata dia.

Begitu juga dengan tempat wisata binatang seperti Taman Safari. Pengelolanya harus tetap memberi makan koleksi satwanya yang mencapai 7.000 binatang. Meski sangat sulit untuk memulai recovery akibat COVID-19, kata dia, semua pengelola pariwisata saat ini sedang menyiapkan berbagai strategi menuju era new normal. “Terutama soal protokol kesehatan sudah dijalankan sejak awal pandemi,” kata dia.



Sementara itu, wahana kolam renang Ciputra Waterpark Surabaya akan mengajukan persetujuan dan koordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk memulai operasional wisata pasca PSBB. “Kami memang berencana membuka kembali (Ciputra Waterpark) pada awal Juli 2020. Hanya saja, diperlukan persiapan matang terutama dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Head of Departement Ciputra Waterpark Surabaya, Zaini.
(nth)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top