Ubaya Jawab Keresahan Masyarakat Soal Pengolahan Air Selama Pandemi
Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Selain pembahasan dari akademisi, sesi kedua dibawakan oleh praktisi dari perusahaan daerah air minum Jakarta dan Surabaya. Ir Barce Simarmate MSc. Selaku Direktur Teknik PAM Jaya Jakarta menjelaskan dalam menghadapi kondisi pandemi COVID-19, PAM Jaya mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 di daerah Jakarta dengan menyediakan 190 unit tangki dan wastafel cuci tangan di beberapa tempat protokol, kantor pelayanan publik, perumahan padat penduduk, rumah sakit, dan halte.
“Tim fasilitas produksi dan distribusi air minum tetap bekerja namun adanya implementasi protokol kesehatan yang ketat di lingkungan produksi. Sedangkan tim yang bekerja di pelayanan pelanggan, membatasi pertemuan dengan pelanggan khususnya pembaca meter. Bagi yang terlambat membayar denda boleh ditunda. Saat ini kami sedang membahas relaksasi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah,” ucap Barce Simarmate.
Barce Simarmate menegaskan water research di Australia menyebutkan pengolahan air minum menerapkan sistem pengolahan filtrasi dan desinfeksi. Sistem ini mampu mengeliminasi atau menghilangkan COVID-19. Kemudian WHO (World Health Organization) menambahkan jika air minum yang dimasak sebelum dikonsumsi itu memastikan bahwa COVID-19 tidak akan bertahan di air.
Sementara itu, Ir. Muljiaman selaku Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya menuturkan jika sejak tahun 2019 karyawan PDAM telah mencoba melakukan digitalisasi. Hasilnya pada akhir tahun sekitar 430 orang sudah mulai bekerja tanpa masuk ke kantor.
“Selama pandemi COVID-19, kami tetap bekerja tanpa harus masuk kantor. Kemudian kami memperbaiki jam kerja dan pelayanan dengan mengurangi waktu agar karyawan bekerja lebih efektif dan efisien serta masyarakat menjadi terbiasa mencoba pelayanan sistem online. Adanya digitalisasi yang dilakukan oleh PDAM membuat produktivitas meningkat. Kesehatan mental dan fisik pekerja harus diutamakan dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik,” pungkas Muljiaman.
“Tim fasilitas produksi dan distribusi air minum tetap bekerja namun adanya implementasi protokol kesehatan yang ketat di lingkungan produksi. Sedangkan tim yang bekerja di pelayanan pelanggan, membatasi pertemuan dengan pelanggan khususnya pembaca meter. Bagi yang terlambat membayar denda boleh ditunda. Saat ini kami sedang membahas relaksasi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah,” ucap Barce Simarmate.
Barce Simarmate menegaskan water research di Australia menyebutkan pengolahan air minum menerapkan sistem pengolahan filtrasi dan desinfeksi. Sistem ini mampu mengeliminasi atau menghilangkan COVID-19. Kemudian WHO (World Health Organization) menambahkan jika air minum yang dimasak sebelum dikonsumsi itu memastikan bahwa COVID-19 tidak akan bertahan di air.
Sementara itu, Ir. Muljiaman selaku Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya menuturkan jika sejak tahun 2019 karyawan PDAM telah mencoba melakukan digitalisasi. Hasilnya pada akhir tahun sekitar 430 orang sudah mulai bekerja tanpa masuk ke kantor.
“Selama pandemi COVID-19, kami tetap bekerja tanpa harus masuk kantor. Kemudian kami memperbaiki jam kerja dan pelayanan dengan mengurangi waktu agar karyawan bekerja lebih efektif dan efisien serta masyarakat menjadi terbiasa mencoba pelayanan sistem online. Adanya digitalisasi yang dilakukan oleh PDAM membuat produktivitas meningkat. Kesehatan mental dan fisik pekerja harus diutamakan dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik,” pungkas Muljiaman.
(nth)
Lihat Juga :