Ubaya Jawab Keresahan Masyarakat Soal Pengolahan Air Selama Pandemi
Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
“Webinar ini ingin menjawab kegelisahan dan pertanyaan yang ada di masyarakat mengenai kelayakan air yang dikonsumsi setiap hari,” katanya.
Kemudian Guru Besar Program Studi Teknik Kimia Ubaya Prof Lieke Riadi, memaparkan materi dengan memberikan wawasan kepada peserta mengenai water safety dan kualitas air yang menjadi kepentingan masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu jenis penyakit yang berhubungan dengan air yaitu waterborne merupakan transmisi penyakit melalui air minum. Selanjutnya, water-washed terkait dengan ketersediaan air yang tidak cukup bersih atau hygiene. Kemudian, water-based adalah transmisi penyakit melalui aquatic invertebrate host.
Keresahan masyarakat terkait kualitas air dapat diketahui dengan memperhatikan tiga indikator. Pertama, indikator biological seperti adanya bakteri, virus, protozoa atau cacing. Kedua, indikator chemical yaitu adanya mineral, bahan metal atau kimia lain, dan terakhir indikator physical seperti temperatur, warna, bau, atau rasa.
“Hingga saat ini tidak ada evidence atau bukti bahwa virus COVID-19 dapat ditransimisikan melalui air minum atau sistem air buangan dengan dan tanpa pengolahan. Penelitian dan bukti saat ini hanya menyatakan bahwa virus COVID-19 ditransmisikan dari orang ke orang melalui bersin, batuk, atau kontak langsung dengan penderita yang terkontaminasi,” jelas Lieke Riadi.
Hal senada juga disampaikan Dr Drs Daniel Joko Wahyono M Biomed. Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman ini mengatakan, terkait praktik WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) yang perlu diperhatikan saat pandemi COVID-19. Pengolahan air minum yang aman dan sanitasi dengan desinfeksi air bersih serta perlakuan sanitasi.
Selanjutnya, pelatihan dan perlindungan pekerja sanitasi air untuk mencegah terjadinya resiko penularan COVID-19 dengan pemberian fasilitas alat pelindung diri (APD) di tempat kerja.
Kemudian Guru Besar Program Studi Teknik Kimia Ubaya Prof Lieke Riadi, memaparkan materi dengan memberikan wawasan kepada peserta mengenai water safety dan kualitas air yang menjadi kepentingan masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui terlebih dahulu jenis penyakit yang berhubungan dengan air yaitu waterborne merupakan transmisi penyakit melalui air minum. Selanjutnya, water-washed terkait dengan ketersediaan air yang tidak cukup bersih atau hygiene. Kemudian, water-based adalah transmisi penyakit melalui aquatic invertebrate host.
Keresahan masyarakat terkait kualitas air dapat diketahui dengan memperhatikan tiga indikator. Pertama, indikator biological seperti adanya bakteri, virus, protozoa atau cacing. Kedua, indikator chemical yaitu adanya mineral, bahan metal atau kimia lain, dan terakhir indikator physical seperti temperatur, warna, bau, atau rasa.
“Hingga saat ini tidak ada evidence atau bukti bahwa virus COVID-19 dapat ditransimisikan melalui air minum atau sistem air buangan dengan dan tanpa pengolahan. Penelitian dan bukti saat ini hanya menyatakan bahwa virus COVID-19 ditransmisikan dari orang ke orang melalui bersin, batuk, atau kontak langsung dengan penderita yang terkontaminasi,” jelas Lieke Riadi.
Hal senada juga disampaikan Dr Drs Daniel Joko Wahyono M Biomed. Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman ini mengatakan, terkait praktik WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) yang perlu diperhatikan saat pandemi COVID-19. Pengolahan air minum yang aman dan sanitasi dengan desinfeksi air bersih serta perlakuan sanitasi.
Selanjutnya, pelatihan dan perlindungan pekerja sanitasi air untuk mencegah terjadinya resiko penularan COVID-19 dengan pemberian fasilitas alat pelindung diri (APD) di tempat kerja.
Lihat Juga :