Waspada! Jumlah Penderita DBD di Jawa Timur Tembus 977 Orang, 17 Meninggal Dunia
Rabu, 26 Januari 2022 - 14:58 WIB
loading...
Kasus Demam Berdarah Dengue di Jatim mulai menunjukkan angka peningkatan. Sejak 1 hingga 24 Januari 2022, ditemukan 977 orang terjangkit DBD.Foto/ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur (Jatim) mulai menunjukkan angka peningkatan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menunjukkan, sejak 1 hingga 24 Januari 2022, ditemukan sebanyak 977 orang terjangkit DBD. Dari jumlah itu, 17 orang diantaranya meninggal dunia.
Jumlah penderita DBD pada bulan Januari 2022 tersebut, mengalami peningkatan jika dibandingkan pada bulan Januari 2021 yang sebanya 668 kasus. Dari 17 orang yang meninggal akibat DBD tersebut diantaranya, Kabupaten Pamekasan sebanyak 3 orang, Kabupaten Bojonegoro 2 orang, Kabupaten Nganjuk 2 orang, Kabupaten Bangkalan 1 orang dan Kabupaten Kediri 1 orang.
Baca juga: Bahaya! DBD di Surabaya Menggila, Sudah Ada Korban Meninggal Dunia
Sedangkan jumlah penderita DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022 antara lain, Kabupaten Bojonegoro sebanyak 112 orang, Kabupaten Nganjuk 72 orang, Kabupaten Malang 66 orang, Kabupaten Ponorogo 53 orang dan Kabupaten Sidoarjo 53 orang.
"Kami mengajak agar masyarakat tidak melupakan bahaya DBD. Meski sekarang ini fokus pada COVID-19 varian Omicron, tapi upaya preventif, promotif jauh lebih efektif terkait dengan penanganan DBD," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, Rabu (26/1/2022).
Jumlah penderita DBD pada bulan Januari 2022 tersebut, mengalami peningkatan jika dibandingkan pada bulan Januari 2021 yang sebanya 668 kasus. Dari 17 orang yang meninggal akibat DBD tersebut diantaranya, Kabupaten Pamekasan sebanyak 3 orang, Kabupaten Bojonegoro 2 orang, Kabupaten Nganjuk 2 orang, Kabupaten Bangkalan 1 orang dan Kabupaten Kediri 1 orang.
Baca juga: Bahaya! DBD di Surabaya Menggila, Sudah Ada Korban Meninggal Dunia
Sedangkan jumlah penderita DBD tertinggi hingga 24 Januari 2022 antara lain, Kabupaten Bojonegoro sebanyak 112 orang, Kabupaten Nganjuk 72 orang, Kabupaten Malang 66 orang, Kabupaten Ponorogo 53 orang dan Kabupaten Sidoarjo 53 orang.
"Kami mengajak agar masyarakat tidak melupakan bahaya DBD. Meski sekarang ini fokus pada COVID-19 varian Omicron, tapi upaya preventif, promotif jauh lebih efektif terkait dengan penanganan DBD," kata Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, Rabu (26/1/2022).
Lihat Juga :