Warga Luwu Tewas Tertimbun Tanah Galian Sumur
Senin, 24 Januari 2022 - 16:27 WIB
loading...
Proses evakuasi terhadap Suherman (68), korban yang tertimbun tanah galian sumur di di Dusun Lanrang, Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Senin (24/1) siang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Nahas dialami lelaki tua bernama Suherman atau Bapak Aris (68). Dirinya tertimbun bekas galian sumur, hingga membuatnya meninggal dunia.Kejadian ini terjadi di Dusun Lanrang, Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Senin (24/1) siang.
Korban Suherman melakukan aktivitas penggalian sumur bersama beberapa orang yang saat ini berstatus saksi, yakni, Suwandi, Sinta dan Tabbi.
Baca juga:Terdengar Suara Gemuruh, 2 Pekerja Drainase Tak Sempat Selamatkan Diri saat Longsor
Kasat Reskrim Polres Luwu , AKP Jon Paerunan menyampaikan, dari hasil penyelidikan sementara, aktivitas penggalian sumur dimulai pukul 09.30 Wita. "Pukul 09.30 korban bersama saksi mulai menggali sumur di samping rumah perempuan bernama Ramlah," ujar AKP Jon Paerunan.
Mantan Kapolsek Wara ini lanjut menyampaikan, di kedalaman 4 meter, kondisi sumur sudah cukup dalam dan tidak memungkinkan untuk digali lagi.
Baca juga:Hujan Deras, 1 Warga Cihanjuang Rahayu Bandung Barat Tewas Tertimbun Longsor saat Tertidur
"Di kedalaman 4 meter, saksi Suwandi, menyampaikan ke korban agar naik, tapi korban tetap ngotot turun dan terus menggali," kutip Kasat Reskrim, meniru keterangan saksi.
"Dan tidak lama kemudian galian sumur longsor, turun, sehingga korban tertimbun dengan kedalaman 5 meter," lanjutnya.
Kejadian ini kemudian dilaporkan warga dan pemerintah setempat ke BPBD dan aparat kepolisian. Alat berat segera dikerahkan dan melakukan penggalian untuk mencari korban.
Baca juga:Tebing Galian C Setinggi 75 Meter Longsor, 3 Penambang Tewas Tertimbun
"Pukul 11.15 Wita telah dilakukan pencarian dengan menggunakan ekskavator. Setelah dilakukan pengalian selama 2 jam, korban berhasil dievakuasi diangkat, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban langsung dibawa ke rumahnya," katanya.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga dan viral di sosial media. Polres Luwu meminta warga untuk menahan diri, tidak viralkan foto korban di media sosial karena bisa berdampak buruk terhadap psikologis keluarga korban.
Korban Suherman melakukan aktivitas penggalian sumur bersama beberapa orang yang saat ini berstatus saksi, yakni, Suwandi, Sinta dan Tabbi.
Baca juga:Terdengar Suara Gemuruh, 2 Pekerja Drainase Tak Sempat Selamatkan Diri saat Longsor
Kasat Reskrim Polres Luwu , AKP Jon Paerunan menyampaikan, dari hasil penyelidikan sementara, aktivitas penggalian sumur dimulai pukul 09.30 Wita. "Pukul 09.30 korban bersama saksi mulai menggali sumur di samping rumah perempuan bernama Ramlah," ujar AKP Jon Paerunan.
Mantan Kapolsek Wara ini lanjut menyampaikan, di kedalaman 4 meter, kondisi sumur sudah cukup dalam dan tidak memungkinkan untuk digali lagi.
Baca juga:Hujan Deras, 1 Warga Cihanjuang Rahayu Bandung Barat Tewas Tertimbun Longsor saat Tertidur
"Di kedalaman 4 meter, saksi Suwandi, menyampaikan ke korban agar naik, tapi korban tetap ngotot turun dan terus menggali," kutip Kasat Reskrim, meniru keterangan saksi.
"Dan tidak lama kemudian galian sumur longsor, turun, sehingga korban tertimbun dengan kedalaman 5 meter," lanjutnya.
Kejadian ini kemudian dilaporkan warga dan pemerintah setempat ke BPBD dan aparat kepolisian. Alat berat segera dikerahkan dan melakukan penggalian untuk mencari korban.
Baca juga:Tebing Galian C Setinggi 75 Meter Longsor, 3 Penambang Tewas Tertimbun
"Pukul 11.15 Wita telah dilakukan pencarian dengan menggunakan ekskavator. Setelah dilakukan pengalian selama 2 jam, korban berhasil dievakuasi diangkat, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban langsung dibawa ke rumahnya," katanya.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga dan viral di sosial media. Polres Luwu meminta warga untuk menahan diri, tidak viralkan foto korban di media sosial karena bisa berdampak buruk terhadap psikologis keluarga korban.
(luq)
Lihat Juga :