Ratusan Sopir Truk di Banyuwangi Tagih Komitmen Kapolri Tindak Oknum yang Bermain Tambang Ilegal

Minggu, 23 Januari 2022 - 22:05 WIB
loading...
Ratusan Sopir Truk di...
Ratusan Sopir Truk di Banyuwangi Tagih Komitmen Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi yang Bermain Tambang Ilegal. (Ist)
A A A
BANYUWANGI - KapolriJenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada anggotanya untuk menghindari pelanggaran aturan dalam setiap melaksanakan tugas. Anggota kepolisian sebagai representasi negara, harus hadir sesuai harapan masyarakat.

Kapolri mengancam menindak tegas anggotanya bila melakukan pelanggaran. Bahkan, Kapolri menyatakan tidak segan-segan memecat anggotanya bila terbukti mencoreng nama institusi polri. Sanksi tegas tersebut ditekankan untuk melakukan perubahan di tubuh Polri.

"Rekomendasinya, saya pastikan untuk dipecat atau di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Saya kira ini jadi peringatan untuk komitmen bagi kita," kata Kapolri Listyo Sigit dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2021 yang diunggah melalui kanal YouTube @DIV HUMAS POLRI dikutip, Minggu (23/1/2022).

Janji Kapolri itu ditagih oleh ratusan sopir truk di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/1/2022). Mereka berunjuk rasa di Mapolresta Banyuwangi menuntut pemecatan oknum polisi karena diduga bermain tambang pasir ilegal. Massa menggelar aksinya sambil membawa puluhan spanduk berisi desakan pemecatan oknum polisi tersebut.

"Kami para sopir bersama-sama menuntut Polresta Banyuwangi untuk memecat oknum polisi yang bermain tambang ilegal," kata Gus Ridwan, pimpinan aksi, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (23/1/2022).

Menurut Gus Ridwan, oknum polisi di Mapolresta Banyuwangi selama ini mengontrol tambang-tambang galian C ilegal. Sopir truk selama ini menjadi korban oknum tersebut.

Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Pilot Projects Indonesia yang digagas oleh organisasi Persatuan Dump Truk Banyuwangi (Perdumwangi) juga meminta tambang galian C agar ditata serta diarahkan, untuk kemaslahatan masyarakat Banyuwangi.

"Kita tidak menuntut tambang-tambang itu ditutup. Namun kita menuntut supaya ditata. Akan tetapi fakta di lapangan, justru tambang-tambang yang ada di Banyuwangi, dirasa diarahkan kepada tujuan yang berbanding terbalik dengan apa yang kita harapkan," ujarnya.

Ia membeberkan fakta yang terjadi di lapangan. Tambang-tambang kecil diinjak-injak tapi keberadaan tambang besar justru disembah bagaikan raja. Pihaknya sudah melaporkan agar mereka juga ditindak, tapi tidak pernah ditindaklanjuti.

"Kapolri Jenderal Sigit sudah sangat tegas menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kinerja Polri, namun tindakan anggota di lapangan justru mencoreng nama baik Polri. Apakah ini akan terus dibiarkan?" kata Gus Ridwan. Baca: Napi Lapas Arga Makmur Bengkulu Kabur saat Potong Rumput di Luar Penjara.

Komitmen dimaksud merujuk pada janji yang pernah disampaikan Kapolri untuk membawa Polri ke arah Prediktif, Responsibilitas, dan Transparasi Berkeadilan (PRESISI) yang menjadi semboyan Polri dibawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit.

"Pak Kapolri, apa yang terjadi di Banyuwangi ini bisa merusak marwah dan nama baik Kepolisian Republik Indonesia. Mohon ditindaktegas dugaan adanya anggota kepolisian di tempat kami," katanya. Baca: Awas! Virus Demam Babi Asal Afrika Merebak di Barito Timur.

Di sisi lain, massa juga meminta agar pihak terkait menangani dugaan penyeludupan sapi dari Bali yang tidak melalui karantina terlebih dahulu di Banyuwangi. Hal itu bertentangan dengan Undang-Undang No 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Sesuai aturan tersebut, hewan yang berpindah dari satu daerah ke daerah lain harus melalui karantina terlebih dahulu. Hal ini penting supaya hewan dapat dipastikan kesehatannya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Tokoh Adat Papua Dukung...
Tokoh Adat Papua Dukung Pemerintah Tindak Tegas Tambang Ilegal
Sekretaris Komisi III...
Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng Desak Bareskrim Ambil Alih Kasus Dugaan Tambang Ilegal Poboya
Ditangkap Gakkum Kehutanan,...
Ditangkap Gakkum Kehutanan, Pelaku Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Segera Diadili
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
Ini Makna Logo HUT ke-81...
Ini Makna Logo HUT ke-81 RI yang Telah Resmi Diluncurkan
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Berita Terkini
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved