Insiden Ledakan di Pabrik Baja Mojokerto, Polisi Periksa 10 Saksi
Kamis, 11 Juni 2020 - 10:46 WIB
loading...
Pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.Foto/SINDOnews/Dok.
A
A
A
MOJOKERTO - Polisi terus mendalami insiden ledakan pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sejauh ini beberapa orang saksi yang sudah diperiksa untuk mengungkap penyebab ledakan itu.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra mengungkapkan, sejauh ini ada 10 orang saksi yang sudah dimintai keterangan penyidik kepolisian. Mulai dari saksi mata kejadian, korban ledakan hingga pihak manajemen pabrik baja tersebut.(baca juga: Penyebab Ledakan Pabrik Baja di Mojokerto Masih Misterius )
"Sebagian sudah kita periksa kemarin, karena yang melaporkan kejadian pertama adalah manajemen. Kemudian pekerja, dan saat ini ke para korban sekaligus mengecek perkembangan kondisinya," kata Rifaldhy, Rabu (10/6/2020).
Menurut Rifaldhy, masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab meledaknya tungku peleburan pabrik baja berkapasitas 10 ton itu. Diperlukan berbagai barang bukti, dan keterangan berbagai pihak sebelum penyidik menyimpulkan pemicu ledakan itu.
"Kami akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Jatim. Nantinya hasil olah TKP tim Labfor yang akan menentukan penyebab meledaknya tungku tersebut. Karena banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab ledakan itu," imbuhnya.
Ditanya kapan tim Labfor Polda Jatim bakal diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyidikan lebih lanjut, Rifaldhy menyatakan belum bisa memastikan. Namun, ia memastikan koordinasi itu akan dilakukan secapatnya.
"Secepatnya kita akan koordinasikan. Hari ini kita fokus pada pemeriksaan korban," tandas perwira polisi yang pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Bojonegoro ini.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra mengungkapkan, sejauh ini ada 10 orang saksi yang sudah dimintai keterangan penyidik kepolisian. Mulai dari saksi mata kejadian, korban ledakan hingga pihak manajemen pabrik baja tersebut.(baca juga: Penyebab Ledakan Pabrik Baja di Mojokerto Masih Misterius )
"Sebagian sudah kita periksa kemarin, karena yang melaporkan kejadian pertama adalah manajemen. Kemudian pekerja, dan saat ini ke para korban sekaligus mengecek perkembangan kondisinya," kata Rifaldhy, Rabu (10/6/2020).
Menurut Rifaldhy, masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab meledaknya tungku peleburan pabrik baja berkapasitas 10 ton itu. Diperlukan berbagai barang bukti, dan keterangan berbagai pihak sebelum penyidik menyimpulkan pemicu ledakan itu.
"Kami akan berkoordinasi dengan Labfor Polda Jatim. Nantinya hasil olah TKP tim Labfor yang akan menentukan penyebab meledaknya tungku tersebut. Karena banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab ledakan itu," imbuhnya.
Ditanya kapan tim Labfor Polda Jatim bakal diterjunkan ke lokasi guna melakukan penyidikan lebih lanjut, Rifaldhy menyatakan belum bisa memastikan. Namun, ia memastikan koordinasi itu akan dilakukan secapatnya.
"Secepatnya kita akan koordinasikan. Hari ini kita fokus pada pemeriksaan korban," tandas perwira polisi yang pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Bojonegoro ini.
Lihat Juga :