Cuaca Ekstrem, Warga Maros Diimbau Waspada Banjir dan Longsor

Senin, 17 Januari 2022 - 17:01 WIB
loading...
Cuaca Ekstrem, Warga...
Warga Maros diimbau untuk waspada dampak cuaca buruk termasuk bencana banjir dan longsor. Foto: Sindonews/dok
A A A
MAROS - Warga di Kabupaten Maros diimbau waspada bencana banjir dan longsor, karena cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG terjadi mulai 18-20 Januari 2022.

Diketahui, BMKG mengeluarkan perigatan dini terkait cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi. Bahkan di Kabupaten Maros diperkirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Maros, Rakhmat Prasetia menjelaskan, kalau potensi hujan dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di bulan Januari hingga Februari. Terutama pada dasarian II terhitung tanggal 11-20 Januari diprediksi terjadi puncak musim hujan. Dimana masih dalam tahap kategori menengah.

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG, Sulsel Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem hingga 20 Januari

"Diperkiraan curah hujan di bulan Januari di Kabupaten Maros masuk dalam kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dengan curah hujan berkisar 301 mm hingga 500 mm," katanya.

Selain itu kata dia, untuk prakiraan curah hujan di bulan Februari di Kabupaten Maros masuk dalam kategori sedang hingga sangat tinggi atau dengan curah hujan 201 mm hingga 500 mm.

"Jadi karena beberapa faktor atmosfer lebih intensif. Di mana musim hujan yang disertai Fenomena La Nina. Sehingga saat ini intensitas hujan akan bertambah," jelasnya.

Dia juga mengatakan, prediksi musim hujan akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang, sehingga masyarakat diimbau untuk terus memperbaharui informasi terkait cuaca.

"Makanya kita imbau agar masyarakat bisa terus update informasi BMKG untuk antisipasi bencana. Karena biasanya saat puncak musim hujan ada beberapa bencana yang perlu diwaspadai itu banjir dan longsor. Sehingga kita harus waspada karena biasanya hujan lebat disertai angin kencang," imbaunya.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Paotere, Irwansyah Nasution menambahkan, gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan diperkirakan sekitar 1,25 meter hingga 2,5 meter.

"Kita mengimbau agar para nelayan mewaspadai gelombang tinggi yang akan terjadi besok malam, Rabu, 18 Januari mulai sekitar pukul 20.00 Wita," imbaunya saat dikonfirmasi Senin,(17/1/2022).

Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di 27 Provinsi Sepekan ke Depan

Kondisi ini kata dia, akan terjadi selama tiga hari ke depan mulai besok malam hingga Kamis, 20 Januari.

"Jadi diperkirakan Selat Makassar Bagian Selatan sampai perairan Pare-pare dan Spermonde Pangkep Bagian Barat itu sekitar tinggi gelombangnya sekitar 1,25 meter hingga 2,5 meter," ungkapnya.



Dia mengatakan, kalau tinggi gelombang itu sudah masuk kategori tinggi untuk nelayan.

"Kalau kondisi normal tinggi gelombang hanya sekitar 0,5 meter atau setengah meter. Sedangkan saat ini tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter untuk nelayan itu sudah masuk kategori tinggi dan itu perlu diwaspadai," imbaunya.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
BMKG Catat 10 Daerah...
BMKG Catat 10 Daerah dengan Suhu Harian Tertinggi, Makassar Sentuh 35,5 Derajat Celsius
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
Berita Terkini
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved