Pembatasan Kendaraan Selama Pandemi COVID-19 Pengaruhi Capaian Pajak
Kamis, 11 Juni 2020 - 09:15 WIB
loading...
Capaian penerimaan pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menurun signifikan. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Capaian penerimaan pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel menurun signifikan. Kondisi ini mulai terjadi sejak wabah Covid-19, yang disusul atas efek pelaksanaan pembatasan aktivitas di Sulsel.
Baca : Kebijakan Kemenhub Hapus Pembatasan Penumpang Dianggap Tidak Tepat
Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansyur mengaku, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan sebelumnya oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona meluas. Namun disatu sisi, dia tak menampik kebijakan ini harus berdampak pada penerimaan kas daerah.
Pembatasan gerakan yang dimaksud misalnya pada di sektor transportasi. Padahal penerimaan pajak andalan Sulsel selama ini bersumber dari pajak kendaraan, misalnya pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan baru (BBNKB), hingga pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).
"Maka ketika gerakan ini dibatasi, maka penggunaan BBM akan berkurang. Kemudian pembelian mobil berkurang. Belum lagi kemampuan masyarakat sekarang masalah ekonomi sangat anjlok. Jadi orang mungkin mau bayar pajak tapi menunda dulu," sebut Darmayani.
Baca : Kebijakan Kemenhub Hapus Pembatasan Penumpang Dianggap Tidak Tepat
Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansyur mengaku, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan sebelumnya oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona meluas. Namun disatu sisi, dia tak menampik kebijakan ini harus berdampak pada penerimaan kas daerah.
Pembatasan gerakan yang dimaksud misalnya pada di sektor transportasi. Padahal penerimaan pajak andalan Sulsel selama ini bersumber dari pajak kendaraan, misalnya pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan baru (BBNKB), hingga pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB).
"Maka ketika gerakan ini dibatasi, maka penggunaan BBM akan berkurang. Kemudian pembelian mobil berkurang. Belum lagi kemampuan masyarakat sekarang masalah ekonomi sangat anjlok. Jadi orang mungkin mau bayar pajak tapi menunda dulu," sebut Darmayani.
Lihat Juga :