Kemenag Dorong Percepatan Digitalisasi Madrasah di Jatim

Selasa, 04 Januari 2022 - 01:10 WIB
loading...
Kemenag Dorong Percepatan Digitalisasi Madrasah di Jatim
Kementerian Agama (Kemenag) mendorong percepatan digitalisasi madrasah di Jawa Timur (Jatim). Dalam percepatan tersebut, Kemenag menggandeng Infradigital. Foto SINDOnews
A A A
SURABAYA - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong percepatan digitalisasi madrasah di Jawa Timur (Jatim). Dalam percepatan tersebut, Kemenag menggandeng Infradigital.

"Kami menggandeng Infradigital untuk memberikan dorongan, pendampingan, motivasi agar madrasah di Jawa Timur cepat melakukan perubahan dan difasilitasi, didukung dengan kemampuan teknologi informasi yang memadai,” kata Kepala Bidang Pendidikan Agama, Kanwil Kemenag Jatim, Muhammad Syamsuri, di sela acara puncak penghargaan program Anugerah Inovasi Madrasah Digital Jatim, Senin (3/1/2022). Baca juga: Anggota Tim AHWA Buka-bukaan soal Keputusan Menag Yaqut Tetapkan Majelis Masyayikh

Dia menjelaskan, program kerja sama dengan Infradigital ini telah dilaksanakan sepanjang tahun 2021 di 8 kota/kabupaten wilayah kerja Surabaya dan Bojonegoro. Program ini terdiri atas beberapa kegiatan."Antara lain, sosialisasi melalui webinar, pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, survei digitalisasi madrasah hingga kampanye madrasah digital," kata Syamsuri.



CEO Infradigital, Ian McKenna mengatakan, kerjaama dengan Kemenag ini bertujuan agar percepatan dan pemerataan digitalisasi madrasah dapat terwujud. Kegiatan ini juga akan diulang di kota/kabupaten lainnya pada tahun 2022 dan 2023 hingga merata ke 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.

“Kami, Infradigital, bangga sekali dapat bekerja sama dengan program dan visi Kanwil Kemenag Jatim. Sehingga dapat melihat secara langsung semangat madrasah di Jatim untuk digitalisasi," imbuhnya. Baca juga: Kemenag Luncurkan Program Transformasi Digital Pendidikan Madrasah

Infradigital dengan brand jaringan IDN, kata dia merupakan jaringan lembaga pendidikan di Indonesia yang terhubung dengan lebih dari 5.000 lembaga pendidikan. Startup ini menyediakan berbagai fitur untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. "Kini sekolah dan orangtua dapat kebutuhan pembelajaran langsung dari genggaman," terangnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3639 seconds (11.97#12.26)