Rakai Pikatan, Kisah Cinta Sejati Penguasa Mataram Kuno Pemersatu 2 Wangsa
Minggu, 02 Januari 2022 - 05:13 WIB
loading...
Rakai Pikatan, Kisah Cinta Sejati Penguasa Mataram Kuno Pemersatu 2 Wangsa/kawaluhan
A
A
A
Rakai Pikatan, kisah cinta sejati penguasa Mataram Kuno yang mempersatukan dua wangsa atau dinasti Sanjaya dan Sailendra. Semasa pemerintahannya, Rakai Pikatan yang bergelar Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manukuadalah raja keenamKerajaan MedangperiodeKerajaan Mataram Kuno yang memerintah sekitar tahun840an hingga 856 M.
Dalam Prasasti Tulang Air menyebutkan bahwa Rakai Pikatan yang bergelar Ratu adalah penguasa yang mencapai masa kemakmuran dan kemajuan. Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versiprasasti Mantyasih. Nama aslinya menurutPrasasti ArgapuraadalahMpu Manuku. DalamPrasasti Munduantahun807diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Kemudian padaPrasasti Kayumwungantahun824jabatan Rakai Patapan dipegang olehMpu Palar.
Baca Juga: Pergoki Istri Bersetubuh dengan Pria Lain di Kontrakan, Suami Bacok Istri Pakai Pisau Daging
Kemungkinan besar saat itu, Mpu Manuku sudah berganti jabatan menjadi Rakai Pikatan. Dalamprasasti Tulang Airtahun850Mpu Manukukembali bergelar Rakai Patapan. Sedangkan menurutprasasti Gondosuli, Mpu Palar meninggal sebelum tahun832.
Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarahKerajaan Medangdi mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah, misalnyaMaharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Dalamprasasti Wantil,Mpu Manukumembangun ibu kota baru di desaMamratisehingga ia pun dijuluki sebagaiRakaiMamrati.
Istana baru itu bernama Mamratipura, sebagai pengganti ibu kota yang lama, yaituMataram. Prasasti Wantilmenceritakan Rakai Mamrati turun takhta dan menjadibrahmanabergelarSang Jatiningratpada tahun856. Prasasti Wantil juga menyinggung perkawinan Sang Jatiningrat alias Rakai Pikatan Mpu Manuku dengan seorang putri beragama lain.
Dalam Prasasti Tulang Air menyebutkan bahwa Rakai Pikatan yang bergelar Ratu adalah penguasa yang mencapai masa kemakmuran dan kemajuan. Rakai Pikatan terdapat dalam daftar para raja versiprasasti Mantyasih. Nama aslinya menurutPrasasti ArgapuraadalahMpu Manuku. DalamPrasasti Munduantahun807diketahui Mpu Manuku menjabat sebagai Rakai Patapan. Kemudian padaPrasasti Kayumwungantahun824jabatan Rakai Patapan dipegang olehMpu Palar.
Baca Juga: Pergoki Istri Bersetubuh dengan Pria Lain di Kontrakan, Suami Bacok Istri Pakai Pisau Daging
Kemungkinan besar saat itu, Mpu Manuku sudah berganti jabatan menjadi Rakai Pikatan. Dalamprasasti Tulang Airtahun850Mpu Manukukembali bergelar Rakai Patapan. Sedangkan menurutprasasti Gondosuli, Mpu Palar meninggal sebelum tahun832.
Tradisi seperti ini memang berlaku dalam sejarahKerajaan Medangdi mana seorang raja mencantumkan pula gelar lamanya sebagai kepala daerah, misalnyaMaharaja Rakai Watukura Dyah Balitung. Dalamprasasti Wantil,Mpu Manukumembangun ibu kota baru di desaMamratisehingga ia pun dijuluki sebagaiRakaiMamrati.
Istana baru itu bernama Mamratipura, sebagai pengganti ibu kota yang lama, yaituMataram. Prasasti Wantilmenceritakan Rakai Mamrati turun takhta dan menjadibrahmanabergelarSang Jatiningratpada tahun856. Prasasti Wantil juga menyinggung perkawinan Sang Jatiningrat alias Rakai Pikatan Mpu Manuku dengan seorang putri beragama lain.
Lihat Juga :