Mengenal Masjid Tertua Bojonegoro Warisan Kerajaan Mataram di Tepi Sungai Bengawan Solo
Rabu, 02 April 2025 - 12:46 WIB
loading...
Bangunan Masjid Jami Nurul Huda Cangaan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Masjid ini didirikan pasukan Kesultanan Mataram bernama Ki Ageng Wiroyudo pada 1775 Masehi. Foto: Avirista Midaada
A
A
A
BOJONEGORO - Perkembangan agama Islam di Kabupaten Bojonegoro tak bisa dilepaskan dari masjid yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo. Masjid bernama Nurul Huda di Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro ini diklaim menjadi tertua berdasarkan catatan dan bukti-bukti sejarah selama ini.
Berlokasi tak jauh dari Sungai Bengawan Solo yang menjadi sungai sibuk kala itu tak heran bila masjid ini memang menjadi elemen penting perkembangan agama Islam. Konon, masjid ini didirikan oleh pasukan dari Kesultanan Mataram bernama Ki Ageng Wiroyudo pada 1775 Masehi.
Baca juga: Mengenal Masjid Al Muttaqin, Masjid Tertua Berusia Hampir 4 Abad di Kota Manado
Dia melarikan diri dari kejaran Belanda di Mataram hingga tiba ke Bojonegoro yang saat itu masih hutan belantara di tepian sungai. Ki Ageng dan beberapa pengikutnya melarikan diri hingga terdampar di kawasan sekitar masjid yang kini masuk Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Tampak dari bangunan masjid memang sekilas tak seperti bangunan kuno. Memang secara konstruksi masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro ini lebih modern dengan struktur batu bata yang kokoh.
Memasuki area masjid juga terlihat pintu gapura berwarna putih dengan pagar hijau yang siap menyambut setiap jemaah yang datang.
Berlokasi tak jauh dari Sungai Bengawan Solo yang menjadi sungai sibuk kala itu tak heran bila masjid ini memang menjadi elemen penting perkembangan agama Islam. Konon, masjid ini didirikan oleh pasukan dari Kesultanan Mataram bernama Ki Ageng Wiroyudo pada 1775 Masehi.
Baca juga: Mengenal Masjid Al Muttaqin, Masjid Tertua Berusia Hampir 4 Abad di Kota Manado
Dia melarikan diri dari kejaran Belanda di Mataram hingga tiba ke Bojonegoro yang saat itu masih hutan belantara di tepian sungai. Ki Ageng dan beberapa pengikutnya melarikan diri hingga terdampar di kawasan sekitar masjid yang kini masuk Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Tampak dari bangunan masjid memang sekilas tak seperti bangunan kuno. Memang secara konstruksi masjid tertua di Kabupaten Bojonegoro ini lebih modern dengan struktur batu bata yang kokoh.
Memasuki area masjid juga terlihat pintu gapura berwarna putih dengan pagar hijau yang siap menyambut setiap jemaah yang datang.
Lihat Juga :