Peternak Jatim Sebut Kenaikan Harga Telur Masih Wajar

Selasa, 28 Desember 2021 - 01:15 WIB
loading...
Peternak Jatim Sebut Kenaikan Harga Telur Masih Wajar
Berdasarkan data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok Jatim per Senin (27/12/2021) harga rata-rata telur ayam ras di Jatim sebesar Rp28.993 per kilogram. Foto SINDOnews
A A A
SURABAYA - Berdasarkan data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur (Jatim) per Senin (27/12/2021) harga rata-rata telur ayam ras (Petelur) di Jatim sebesar Rp28.993 per kilogram.

Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Lamongan Rp32.000 per kilogram dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Lumajang Rp24.333 per kilogram. Harga rata-rata telur di Jatim tersebut naik dibanding awal Desember 2021 yang sebesar Rp21.392 per kilogram. Baca juga: Jelang Tahun Baru 2022 Harga Cabai Meroket, Pedagang Pasar Slipi Menjerit

"Kenaikan harga telur ayam saat ini cukup wajar karena terjadi tren permintaan yang meningkat serta kenaikan harga pakan," kata Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar, Rofi Yasifun, Senin (27/12/2021).

Dia mengungkapkan, harga telur ayam di pasaran yang saat ini rerata sekitar Rp30.000-an per kilogram itu cukup wajar karena sudah berada di atas Harga Pokok Produksi (HPP). Selama ini, kata dia, harga telur ayam sangat rendah di bawah HPP.

"Sehingga peternak selalu merugi. Sementara harga pakan mengalami kenaikan. Jadi saya kira posisi harga saat ini masih wajar,” ujarnya. Baca juga: Sabar ya Bun, Harga Telur Ayam Kini Tembus Rp37.000/Kg

HPP peternak ayam petelu r, kata dia, sekitar Rp21.000-Rp24.000 per kilogram. Sedangkan harga jual di tingkat peternak Rp25.000-Rp27.000 per kilogram. Sehingga ketika harga ditingkat konsumen menjadi Rp30.000-an masih wajar.

"Disisi lain, harga jagung untuk pakan Rp5.500 per kilogram. Memang harganya sudah turun dibandingkan beberapa bulan lalu, tetapi ini masih cukup tinggi,” terangnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3244 seconds (10.177#12.26)