Jelang Tahun Baru 2022 Harga Cabai Meroket, Pedagang Pasar Slipi Menjerit
Senin, 27 Desember 2021 - 13:32 WIB
loading...
Seorang pedagang di Pasar Slipi bernama Sum (67) mengatakan, harga cabai mengalami kenaikan signifikan. Foto: MNC Portal Indonesia/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Tahun Baru 2022, harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Slipi Jakarta Barat mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satunya pada komoditas cabai rawit dan telur ayam .
Seorang Pedagang Sum (67) mengatakan, kenaikan signifikan terjadi pada segala jenis cabai, mulai dari rawit merah, rawit hijau, cabai merah, kriting, serta cabai hijau besar. Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag: Harga Minyak Goreng dan Cabai Naik
Sum menyebut harga cabai rawit merah menembus angka Rp140 ribu per kilonya, dari yang sebelumnya Rp110 ribu per kilo. Menurutnya, kenaikan ini terjadi sejak seminggu lalu.
"Sekarang harga cabai rawit merah Rp140 ribu kalau cabai merah biasa Rp50 ribu," kata dia saat ditemui wartawan di Pasar Slipi Jaya, Senin (27/12/2021).
Di samping itu, harga telur ayam negeri juga mengalami kenaikan. Adapun harga telur saat ini sudah mencapai Rp30 ribu per kilonya.
Sum mengatakan, kenaikan sejumlah harga bahan pokok itu dikarenakan faktor permintaan yang meningkat dan juga faktor alam yang menyebabkan petani gagal panen.
Seorang Pedagang Sum (67) mengatakan, kenaikan signifikan terjadi pada segala jenis cabai, mulai dari rawit merah, rawit hijau, cabai merah, kriting, serta cabai hijau besar. Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Mendag: Harga Minyak Goreng dan Cabai Naik
Sum menyebut harga cabai rawit merah menembus angka Rp140 ribu per kilonya, dari yang sebelumnya Rp110 ribu per kilo. Menurutnya, kenaikan ini terjadi sejak seminggu lalu.
"Sekarang harga cabai rawit merah Rp140 ribu kalau cabai merah biasa Rp50 ribu," kata dia saat ditemui wartawan di Pasar Slipi Jaya, Senin (27/12/2021).
Di samping itu, harga telur ayam negeri juga mengalami kenaikan. Adapun harga telur saat ini sudah mencapai Rp30 ribu per kilonya.
Sum mengatakan, kenaikan sejumlah harga bahan pokok itu dikarenakan faktor permintaan yang meningkat dan juga faktor alam yang menyebabkan petani gagal panen.
Lihat Juga :