Pemkab Luwu Kerja Sama Bank Sulselbar Luncurkan Simpada

Senin, 27 Desember 2021 - 16:29 WIB
loading...
Pemkab Luwu Kerja Sama...
Pemkab Luwu bekerja sama dengan Bank Sulselbar meluncurkan aplikasi Simpada, Senin (27/12). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A A A
LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu bekerja sama PT Bank Sulselbar, menghadirkan aplikasi berbasis android, Simpada atau Sistem Informasi Manajemen Pajak dan Retribusi Daerah.

Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah wajib pajak dan retribusi dalam mengakses informasi pajak dan retribusi daerah, termasuk mempermudah proses pembayarannya.

Baca juga:Bank Sulselbar Sosialisasi Penggunaan QRIS ke Penghuni Rusunawa

Peluncuran Simpada dilakukan oleh Bupati Luwu, H Basmin Mattayang , didampingi Pimpinan Divisi Teknologi dan Informasi Bank Sulselbar, Muhammad Iqbal, Kepala Bapenda Luwu, Muhammad Rudi dan Kepala Bank Sulselbar Kabupaten Luwu, Multasanti Rahim, Senin (27/12).

Dalam sambutannya, Basmin Mattayang menyampaikan ucapan terima kasih kepada direksi Bank Sulselbar beserta tim IT dan Bapenda Luwu, yang telah banyak mencurahkan energi dan pikiran, sehingga dapat menyelesaikan dan meluncurkan aplikasi ini dalam waktu yang relatif singkat, sesuai jadwal yang telah direncanakan.

"Sesuai penjelasan Kepala Bapenda, sistem ini atau aplikasi Simpada ini adalah sistem yang dibuat atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Bank Sulselbar ," ujarnya.

"Aplikasi ini digunakan untuk mengelola data penerimaan pajak secara realtime sehingga dapat mempermudah pemerintah memonitoring pencapaian penerimaan pajak daerah," lanjutnya.

Baca juga:Bank Sulselbar Raih Penghargaan Top Digital Awards Empat Kali Beruntun

Bupati Luwu berharap, sistem ini dapat meningkatkan pengawasan optimalisasi pajak dan retribusi daerah, sehingga dapat mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN.

"Aplikasi Simpada ini pula diharapkan dapat membantu dan memudahkan masyarakat dalam hal transaksi pembayaran pajak dan retribusi daerah," lanjutnya.

Bupati Luwu melanjutkan, Simpada ini diterapkan dengan tujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam memantau penerimaan daerah atas pajak dan retribusi daerah.

"Semoga aplikasi ini dapat membantu wajib pajak untuk mendaftar, melaporkan dan membayar pajaknya secara mandiri serta aplikasi ini sebagai langkah untuk mewujudkan sistem digitalisasi pembayaran yang akuntabel dan transparan," harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Luwu saat ini tengah mendorong program internet masuk desa. Saat ini sementara dilakukan survei salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Pemda.

Baca juga:Hadirkan Pelayanan Lebih Eksklusif, Bank Sulselbar Resmikan Kantor Kas Priority

"Nantinya tidak ada lagi desa tidak ada jaringan internet di tahun 2022. Seiring dengan apa yang kita launching hari ini sangat sinergi dengan program pemerintah. Masyarakat kita memang sangat aktif dalam mencari percepatan informasi apalagi terkait dengan pelayanan publik termasuk dalam usaha perbankan," ujarnya.

Bank Sulselbar dalam hal ini sebagai mitra strategis pemda bertindak sebagai penyedia aplikasi dan penyedia layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah untuk Kabupaten Luwu.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Bank Sulselbar ini diharapkan dapat menjadi sarana optimalisasi pajak dan retribusi daerah serta pemerintah daerah juga dapat menghasilkan laporan-laporan pengelolaan pendapatan daerah dan sebagai pendukung laporan keuangan yang dapat diandalkan.

"Sekarang pemerlntah daerah mengambil langkah-langkah penyiapan roadmap percepatan digitaslisasi pendapatan daerah yang bekerja sama dengan Bank Sulselbar untuk standardisasi pembayaran semua jenis pajak dan retribusi daerah dengan berbasis digital, salah satunya melalui Simpada ini," kata Bupati Luwu, dua periode ini.

Pada kesempatan ini, dirinya menekankan, Pemkab Luwu , berkomitmen mendukung program pemerintah pusat, terutama dalam pengelolaan pendapatan daerah dengan mengedepankan ekosistem digital yang bermuara pada perekonomian yang lebih baik, dengan harapan Kabupaten Luwu menjadi kabupaten digital di tahun 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Divisi Teknologi dan Informasi Bank Sulselbar , Muhammad Iqbal mengatakan, di Luwu pihaknya telah melakukan pengembangan ekosistem digital sejak tahun 2017.

Baca juga:Sirkuit Motocross Permanen Dihadirkan di Kabupaten Luwu

"Pada tahun 2017 kami bersama Pemkab Luwu mengembangkan transaksi online dalam pengembangannya yakni transaksi non tunai," katanya.

"Tahun 2019 menempatkan alat transaksi perpajakan secara online yang terintegrasi melalui pemantauan KPK di setiap warung. Nilai pajak rumah makan dan restoran secara langsung melalui mesin atau alat yang dipasang di kasir warung atau resepsionis hotel," lanjutnya.

Melalui upaya tersebut lanjut Muhammad Iqbal, Kabupaten Luwu, masuk dalam 10 besar terbaik kabupaten penggunaan alat transaksi online di Sulsel.

"Semua ini terlaksana berkat dukungan dari pemerintah daerah, dukungan Bupati Luwu. Melalui aplikasi Simpada akan menjadi plafon sistem memiliki 2 fungsi utama. Ini adalah salah satu tahapan besar yang akan dimulai oleh Bupati Luwu untuk menjadi rujukan daerah lain," sebutnya.

Baca juga: Basmin Mattayang Serahkan SK PNS dan PPPK Formasi 2019

Sementara itu, Kepala Bapenda Luwu, Muhammad Rudi, menyampaikan,dasar hukum pelaksanaan Simpada adalah UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang telah diubah dalam UU Cipta Kerja Tahun 2020.

"Maksud dari kegiatan ini adalah upaya perbaikan ekosistem pendapatan daerah dan pengelolaan pajak, wajib pajak. Tujuannya mendorong implementasi elektronikasi transaksi pemerintah daerah dan peningkatan transparansi pengelolaan dan penerimaan pajak daerah," kuncinya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hujan 10 Jam, 2 Desa...
Hujan 10 Jam, 2 Desa di Kabupaten Luwu Sulsel Terendam Banjir
Temui Ganjar, Pemprov...
Temui Ganjar, Pemprov Papua Selatan dan Pemkab Luwu Belajar Perencanaan Pembangunan
Korban Banjir Bandang...
Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor Luwu Utara Terima Huntap dari Pemerintah
Pemkab Luwu Lakukan...
Pemkab Luwu Lakukan Swab Massal, Pejabat Eselon Diwajibkan
Kemenag Bergerak Cepat...
Kemenag Bergerak Cepat Tangani KUA Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Luwu
Uang di Rekening Hilang...
Uang di Rekening Hilang Nasabah Datangi Kantor Bank Sulselbar
Operasi Yustisi Sasar...
Operasi Yustisi Sasar 20 Area Tambang di Walmas
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved