Bupati Cellica akan Pulangkan TKI Asal Karawang yang Disiksa Majikan di Bahrain
Kamis, 23 Desember 2021 - 03:47 WIB
loading...
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Foto: Nila/SINDOnews
A
A
A
KARAWANG - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku prihatin dengan nasib yang dialami Fitria (23), TKI asal Karawang yang bekerja di Bahrain. Fitria mengalami penyiksaan oleh majikan di Bahrain.
"Tentunya kami harus menolong warga kami yang mengalami kesulitan di negeri orang. Pemerintah sudah bergerak mencari tahu kebenaran informasi yang viral di media sosial itu," katanya, Rabu (22/12/2021).
Meski demikian, dirinya mengaku tidak asal bertindak. Semua harus melalui tahapan dan aturan. Ditambah, dia akan mengecek terlebih dahulu status kerja Fitria apakah legal atau ilegal.
Baca juga: Organ Tubuh TKI Asal Polman Hilang, Keluarga Korban Keberatan
"Namun yang pasti kami akan bantu untuk kembali ke Indonesia," sambung Cellica.
Lebih jauh, dirinya sudah perintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang bergerak cepat memberikan bantuan kepada Fitria. Bahkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa memulangkan Fitria ke Indonesia.
"Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membawa pulang ke Indonesia. Kita masih menunggu perkembangan," katanya.
"Tentunya kami harus menolong warga kami yang mengalami kesulitan di negeri orang. Pemerintah sudah bergerak mencari tahu kebenaran informasi yang viral di media sosial itu," katanya, Rabu (22/12/2021).
Meski demikian, dirinya mengaku tidak asal bertindak. Semua harus melalui tahapan dan aturan. Ditambah, dia akan mengecek terlebih dahulu status kerja Fitria apakah legal atau ilegal.
Baca juga: Organ Tubuh TKI Asal Polman Hilang, Keluarga Korban Keberatan
"Namun yang pasti kami akan bantu untuk kembali ke Indonesia," sambung Cellica.
Lebih jauh, dirinya sudah perintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang bergerak cepat memberikan bantuan kepada Fitria. Bahkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa memulangkan Fitria ke Indonesia.
"Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membawa pulang ke Indonesia. Kita masih menunggu perkembangan," katanya.
Lihat Juga :