Tak Digaji Selama 9 Tahun, TKI asal Cianjur Dibuang Majikan dan Meninggal di Arab Saudi
Rabu, 22 Desember 2021 - 18:35 WIB
loading...
Jenazah Siti Aminah (51) TKI asal Kampung Neglasari, Hegarmanah, Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat yang diduga dibuang oleh majikannya dan meninggal di Arab Saudi. Foto/MPI/Ricky Susan
A
A
A
CIANJUR - Siti Aminah (51) seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Neglasari, Desa Hegarmanah, Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat diduga dibuang oleh majikannya. Siti dibuang di sekitar Mall Kota Riyadh atau 1.200 kilometer dari Al-Jouf tempat dirinya bekerja.
Siti bekerja di Al-Jouf, Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga selama sembilan tahun. Namun selama bekerja tidak diberikan gaji setiap bulannya.
Baca juga: TKI Asal Polman Meninggal di Malaysia, Keluarga Sebut Organ Tubuhnya Hilang
Berdasarkan penuturan keluarga yang mendapatkan informasi dari KBRI Riyadh bahwa korban dibuang oleh majikan di suatu tempat di Kota Riyadh.
"Alhamdulillah, korban ditemukan oleh kepolisian setempat dan langsung diserahkan kepada KBRI," ujar Ketua DPC Astakira Pembaharuan, Ali Hildan di Cianjur, Rabu (22/12/2021).
Ali menjelaskan, selama 7 bulan Siti sempat tinggal di KBRI, untuk menunggu hak-haknya diberikan. Namun, haknya tidak kunjung diberikan hingga Siti meninggal dunia dan dimakamkan shelter KBRI.
"Saat ini pihak keluarga ingin tahu kejelasan pengungkapan kasus dan bagaimana pemenuhan hak-hak almarhumah," katanya.
Siti bekerja di Al-Jouf, Arab Saudi sebagai asisten rumah tangga selama sembilan tahun. Namun selama bekerja tidak diberikan gaji setiap bulannya.
Baca juga: TKI Asal Polman Meninggal di Malaysia, Keluarga Sebut Organ Tubuhnya Hilang
Berdasarkan penuturan keluarga yang mendapatkan informasi dari KBRI Riyadh bahwa korban dibuang oleh majikan di suatu tempat di Kota Riyadh.
"Alhamdulillah, korban ditemukan oleh kepolisian setempat dan langsung diserahkan kepada KBRI," ujar Ketua DPC Astakira Pembaharuan, Ali Hildan di Cianjur, Rabu (22/12/2021).
Ali menjelaskan, selama 7 bulan Siti sempat tinggal di KBRI, untuk menunggu hak-haknya diberikan. Namun, haknya tidak kunjung diberikan hingga Siti meninggal dunia dan dimakamkan shelter KBRI.
"Saat ini pihak keluarga ingin tahu kejelasan pengungkapan kasus dan bagaimana pemenuhan hak-hak almarhumah," katanya.
Lihat Juga :