Musda Demokrat Sulsel Diharap Tidak Ciptakan Preseden Buruk
Senin, 20 Desember 2021 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi preseden buruk bila DPP ( Demokrat ) tidak memilih suara yang terbanyak. Apalagi, yang punya massa kan sebenarnya adalah DPC, jadi jangan khianati suara dari akar rumput," kata mantan anggota DPR RI itu, Senin (20/12/2021).
Lebih jauh, ia memaparkan alasan mayoritas DPC mendukung IAS murni karena ingin melihat Demokrat Sulsel bangkit dan tidak malah terpuruk. Toh, figur IAS memiliki banyak keunggulan dan mempunyai visi misi yang lebih jelas dan terarah. Selain peningkatan kursi parlemen di semua tingkatan, juga mengupayakan kader bertarung pada Pilgub Sulsel 2024.
"Kami pilih IAS karena merasakan ada harapan untuk kemajuan Demokrat Sulsel. Beliau punya visi dan arah yang jelas, termasuk di Pilgub Sulsel 2024, dimana kita inginkan kader bertarung. Sedangkan, Ulla kan belum jelas, apa yang akan dilakukan," tuturnya.
Selain itu, ada beberapa catatan negatif yang ditorehkan Ulla selama memimpin Demokrat Sulsel . Mulai dari berkurangnya kursi parlemen di semua tingkatan hingga lemahnya konsolidasi kepengurusan DPD ke tingkat DPC, apalagi ke tingkat ranting.
"Ulla jarang kunjungi daerah. Pernah terjadi bendahara DPC meninggal, tapi SK (penggantian) baru keluar tiga bulan setelahnya, padahal itu dibutuhkan untuk pencairan dana di Kesbang. Ya ibarat nilai, sembilan lawan enam dan kita tentunya ingin yang terbaik," ungkapnya.
Hal senada disuarakan Ketua DPC Demokrat Toraja Utara, Hatsen Bangri. Adapun preseden buruk yang diharapkan pihaknya tidak muncul pada musda adalah penolakan LPj Ketua Demokrat Sulsel. Nah, hal tersebut tentunya tidak akan terjadi bila Ulla mau legowo. Terlebih, dukungan mayoritas DPC sudah dipastikan mengarah ke rivalnya.
Lebih jauh, ia memaparkan alasan mayoritas DPC mendukung IAS murni karena ingin melihat Demokrat Sulsel bangkit dan tidak malah terpuruk. Toh, figur IAS memiliki banyak keunggulan dan mempunyai visi misi yang lebih jelas dan terarah. Selain peningkatan kursi parlemen di semua tingkatan, juga mengupayakan kader bertarung pada Pilgub Sulsel 2024.
"Kami pilih IAS karena merasakan ada harapan untuk kemajuan Demokrat Sulsel. Beliau punya visi dan arah yang jelas, termasuk di Pilgub Sulsel 2024, dimana kita inginkan kader bertarung. Sedangkan, Ulla kan belum jelas, apa yang akan dilakukan," tuturnya.
Selain itu, ada beberapa catatan negatif yang ditorehkan Ulla selama memimpin Demokrat Sulsel . Mulai dari berkurangnya kursi parlemen di semua tingkatan hingga lemahnya konsolidasi kepengurusan DPD ke tingkat DPC, apalagi ke tingkat ranting.
"Ulla jarang kunjungi daerah. Pernah terjadi bendahara DPC meninggal, tapi SK (penggantian) baru keluar tiga bulan setelahnya, padahal itu dibutuhkan untuk pencairan dana di Kesbang. Ya ibarat nilai, sembilan lawan enam dan kita tentunya ingin yang terbaik," ungkapnya.
Hal senada disuarakan Ketua DPC Demokrat Toraja Utara, Hatsen Bangri. Adapun preseden buruk yang diharapkan pihaknya tidak muncul pada musda adalah penolakan LPj Ketua Demokrat Sulsel. Nah, hal tersebut tentunya tidak akan terjadi bila Ulla mau legowo. Terlebih, dukungan mayoritas DPC sudah dipastikan mengarah ke rivalnya.
Lihat Juga :