Istrinya Disetubuhi hingga Hamil, Pria Madura Ini Nekat Carok Pelaku

Senin, 20 Desember 2021 - 20:34 WIB
loading...
Istrinya Disetubuhi hingga Hamil, Pria Madura Ini Nekat Carok Pelaku
Pelaku Abdul Wahed (25) warga Madura dikawal polisi usai ditangkap karena telah membacok seorang pria hingga tewas. Foto: iNewsTV/ Sony Hermawan
A A A
SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya , meringkus pelaku pembacokan yang berujung kematian korban (carok) di dekat Polsek Pabean Cantikan, Sabtu malam (18/12/2021).

Pelaku diketahui bernama Abdul Wahed (25) warga Madura, yang merupakan residivis. Dia mengaku sakit hati karena istrinya dihamili korban saat pelaku mendekam di penjara.

Baca juga: Selebgram TE Open BO di Semarang, Ditangkap Sedang Adegan Ranjang

Dia adalah pelaku tunggal pembacokan di jalan stasiun Kota Surabaya, dekat Polsek Pabean Cantikan, Sabtu malam (18/12/2021), yang akhirnya menewaskan Abdul Halim (33), warga Tambak Wedi Surabaya.

Halim sempat dirawat intensif di rumah sakit, karena menderita luka bacok serius di bagian bahu dan perut, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Minggu pagi (19/12/2021).

Wahed akhirnya ditangkap petugas, 20 jam kemudian pascaaksi pembacokan. Dia ditangkap di rumahnya di Desa Kumis, Kabupaten Sampang – Madura.

Baca juga: Viral, Video Pengeroyokan Seorang Remaja Berhijab di Kuburan Cina

Di hadapan petugas, Wahed tak menunjukkan sikap bersalahnya. Dia mengaku yakin yang menghamili istrinya adalah korban, setelah mendapat aduan dari istrinya.

“Sejak enam bulan terakhir inilah, saya mulai mencari keberadaannya (korban),” ujar tersangka.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino menuturkan, peristiwa tersebut dilatarbelakangi motif asmara. Pelaku mengaku sakit hati lantaran istrinya dihamili oleh korban.

Baca juga: Puluhan Cewek Seksi Kedapatan Pesta Narkoba di Diskotik

“Janin hasil dari hubungan gelap dengan korban baru disadari pelaku bulan Juni 2021 silam, sesaat dirinya baru keluar dari penjara, karena kasus curat,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 351 ayat tiga dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1972 seconds (10.177#12.26)