Manokwari Selatan Kembali Kondusif Pasca Kerusuhan di Distrik Ransiki
loading...
A
A
A
MANOKWARI SELATAN - Pascakerusuhan akibat amukan massa di Distrik Ransiki yang merusak sejumlah fasilitas pemerintah, situasi di Kabupaten Manokwari , Papua Barat, berangsur normal dan kondusif.
Aksi sekelompok massa yang melakukan tindakan pengerusakan terhadap beberapa fasilitas pemerintah dipicu adanya infomasi yang diduga hoaks atas meninggalnya salah seorang warga setempat bernama Alpius Iba yang tidak lain Kepala Kampung Dibera, Distrik Dataran Isim, Kabupaten Manokwari Selatan.
Informasi hoaks itu menyebutkan, Alpius Iba meninggal pascamenerima vaksin COVID - 19 sehingga terjadi pengerusakan Kantor Bupati Manokwari Selatan dan beberapa fasilitas pemerintah serta kendaraan dinas milik Polres Manokwari Selatan.
Tak hanya itu, warga juga melakukan blokade sejumlah ruas jalan utama di Kota Ransiki dengan menggunakan ranting pohon dan kayu.
Bahkan peristiwa itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari Selatan, Iptu Otto Woof menjadi korban. Dimana Otto Woof mengalami luka tembak yang diduga dilakukan orang tak kenal saat aparat kepolisian membubarkan massa yang anarkis.
Kondisi Kasat Reskrim saat ini dalam penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut, Manokwari Papua Barat.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, dampak dari kejadian tersebut, terjadi reaksi dari masyarakat terkait kematian korban yang dikaitkan dengan vaksinasi.
“Aksi amuk massa yang kemudian masa melakukan blokade Jalan Trans MKW-Bintuni di Kampung Sabri, massa lalu melakukan penyerangan kepada aparat dan melakukan pengrusakan kantor bupati, pengrusakan meja dan kursi serta peralatan vidcon di lokasi pendopo tempat vaksinasi, kaca kantor bupati, Polsek Ransiki, Puskesmas Ransiki, mobil dan motor polisi dirusak,” ungkapnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut kata Adam, Polres Manokwari Selatan di-backup Brimob dan Anggota Polda Papua Barat melakukan pengamanan serta negosiasi agar tidak melakukan tindakan anarkis, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Manokwari Selatan.
“Saat ini situasi di Manokwari Selatan sudah kondusif, pemalangan sudah dibuka semua dan kumpulan masyarakat sudah bubar setelah mediasi bupati bersama kapolres dengan tokoh masyarakat kepala suku dan pihak keluarga. Kegiatan mediasi ditutup dengan penyerahan uang duka Rp300.000.000,” bebernya.
Kabid Humas mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. “Masyarakat diminta agar jangan terprovokasi, serahkan masalah ini kepada pihak kepolisian,” tandasnya.
iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
Aksi sekelompok massa yang melakukan tindakan pengerusakan terhadap beberapa fasilitas pemerintah dipicu adanya infomasi yang diduga hoaks atas meninggalnya salah seorang warga setempat bernama Alpius Iba yang tidak lain Kepala Kampung Dibera, Distrik Dataran Isim, Kabupaten Manokwari Selatan.
Baca Juga
Informasi hoaks itu menyebutkan, Alpius Iba meninggal pascamenerima vaksin COVID - 19 sehingga terjadi pengerusakan Kantor Bupati Manokwari Selatan dan beberapa fasilitas pemerintah serta kendaraan dinas milik Polres Manokwari Selatan.
Tak hanya itu, warga juga melakukan blokade sejumlah ruas jalan utama di Kota Ransiki dengan menggunakan ranting pohon dan kayu.
Bahkan peristiwa itu, Kasat Reskrim Polres Manokwari Selatan, Iptu Otto Woof menjadi korban. Dimana Otto Woof mengalami luka tembak yang diduga dilakukan orang tak kenal saat aparat kepolisian membubarkan massa yang anarkis.
Kondisi Kasat Reskrim saat ini dalam penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut, Manokwari Papua Barat.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, dampak dari kejadian tersebut, terjadi reaksi dari masyarakat terkait kematian korban yang dikaitkan dengan vaksinasi.
“Aksi amuk massa yang kemudian masa melakukan blokade Jalan Trans MKW-Bintuni di Kampung Sabri, massa lalu melakukan penyerangan kepada aparat dan melakukan pengrusakan kantor bupati, pengrusakan meja dan kursi serta peralatan vidcon di lokasi pendopo tempat vaksinasi, kaca kantor bupati, Polsek Ransiki, Puskesmas Ransiki, mobil dan motor polisi dirusak,” ungkapnya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut kata Adam, Polres Manokwari Selatan di-backup Brimob dan Anggota Polda Papua Barat melakukan pengamanan serta negosiasi agar tidak melakukan tindakan anarkis, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Manokwari Selatan.
“Saat ini situasi di Manokwari Selatan sudah kondusif, pemalangan sudah dibuka semua dan kumpulan masyarakat sudah bubar setelah mediasi bupati bersama kapolres dengan tokoh masyarakat kepala suku dan pihak keluarga. Kegiatan mediasi ditutup dengan penyerahan uang duka Rp300.000.000,” bebernya.
Kabid Humas mengimbau kepada masyarakat agar menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. “Masyarakat diminta agar jangan terprovokasi, serahkan masalah ini kepada pihak kepolisian,” tandasnya.
iNewsTV/Chanry Andrew Suripatty
(nic)