Kisah Tragis Dibalik Nama Desa Matamu di Gresik yang Berganti Jadi Tulung

Selasa, 14 Desember 2021 - 21:58 WIB
loading...
Kisah Tragis Dibalik...
Balai Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan
A A A
GRESIK - Pemberian nama-nama desa sering kali identik dengan situasi yang berkembang di awal desa itu ada. Namanya pun banyak yang unik, termasuk desa-desa yang ada di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Gresik.

Baca juga: Ganjar Pranowo Ingin Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan

Ada tiga desa di Kecamatan Kademangan yang memiliki nama sangat unik, dan memiliki cerita tersendiri dalam penamaannya. Tidak banyak anak zaman sekarang yang tahu dari mana nama desa mereka berasal. Yang pasti, nama-nama desa ini sudah ada sejak zaman nenek moyang.



Di Kecamatan Kedamean ada nama Desa Tulung, Desa Lampah, dan Dusun Gorekan. Ketiganya memiliki sejarah yang panjang tentang pemberian namanya. Desa Tulung, Kecamatan Kedamean, misalnya. Tidak banyak yang mengetahui jika nama desa ini terdahulunya adalah Desa Matamu.

Baca juga: Ditelantarkan Sejak 2013, Gadis Cantik dan Kakaknya Gugat Ayah Kandung Rp6,725 Miliar

Seiring waktu, karena konotasi "matamu" mengandung makna makian, maka digantilah dengan nama yang lebih baik. Namun pemberian nama baru tersebut, juga masih terkait dengan nama sebelumnya.

Hal itu seperti disampaikan Mbah Supi warga Desa Tulung, yang tertuang dalam buku "Sang Gresik Bercerita Lagi" karangan Kris Adji dan kawan-kawan. Disebutkan, dahulu kala ada sepasang pengembara yang sedang berpetualang ke Pulau Jawa. Pengembara tersebut telah sampai di Jawa Timur.

"Pengembara tersebut tersesat di sebuah desa, dan dia tidak tahu kemana akan melanjutkan perjalanan. Begitu dia sampai di tepi desa di melihat seorang yang berada di tengah sawah," tulisnya.

Baca juga: Memilukan! Gadis Yatim Jadi Tumbal Nafsu Bejat Pakde dan Paman Secara Bergantian

Karena tempatnya yang agak jauh di tengah sawah, pengembara itu berteriak dari pematang sawah "Pak, ini desa mana?" Petani yang ada di sawah itu pun berteriak menjawab "Matamu!"

Pengembara itu pun kaget, karena tidak yakin dengan pendengarannya. Ia lantas bertanya lagi, namun petani itu tetap tegas menjawab bahwa ini Desa Matamu. Anehnya, para pengembara itu malah tersinggung dengan pernyataan petani tersebut.

"Dalam keadaan yang kelelahan dan tersesat seperti itu, ia mendengar umpatan yang membuat emosinya langsung naik. Pengembara langsung marah. Dia langsung lari mendekat kepada petani itu. Petani itu pun mencoba mendekat karena dia menduga sang pengembara tidak mendengar dengan jelas jawabannya," bebernya.

Baca juga: Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Maumere Masih Trauma dan Enggan Turun Gunung

Tanpa diduga oleh si petani, pengembara itu memukulinya bertubi-tubi. Sambil berlari menyelamatkan diri, petani melewati lurung desa sambil berteriak "Tulung, tulung, tulung!" ke warga desa. Atas kejadian itu, warga Desa Matamu merasa khawatir kalau kejadian itu terulang lagi. Akhirnya dengan pertimbangan sesesepuh desa, nama berubah menjadi Desa Tulung.

Kemudian nama desa unik lain, yakni Desa Lampah, Kecamatan Kedamean. Masih dalam literasi buku tersebut, diceritakan ada sepasang pengembara melakukan perjalanan ke arah utara dengan berjalan kaki.

Dalam Bahasa Jawa Kromo, berjalan kaki itu disebut mlampah. Karena berniat hendak menegur, maka seorang warga menegur dengan kalimat "Kok mlampah mawon?" Artinya kok berjalan saja. "Karena seringnya orang menyapa dengan kata-kata itu maka desa itu disebut denga Desa Lampah," tegasnya.

Baca juga: Diguncang Gempa M 7,5 Begini Kepanikan Warga Maumere Lari Menjauhi Laut

Selanjutnya, nama unik Dusun Gorekan. Perlu diingat, selain karena nama unik, dusun ini juga kerap viral di media sosial karena peristiwa meyebrangkan jenazah orang meninggal ke bantaran sungai Kali Lamong, menuju pemakaman desa setempat. Namun, dari sepenggal kisah dramatis itu ternyata dusun itu memilki sejarah penamaan.

Diceritakan, suatu hari seorang warga memandikan kerbau, tiba-tiba muncul dua orang laki-laki dan perempuan dari balik gerumbul semak-semak. Suami istri yang ditegur tiba-tiba, merasa takut dan kaget. Karena takut dan kaget yang sangat, kedua orang itu terkena serangan jantung dan meninggal seketika.

"Kedua pengembara itu merasa sedih karena menyebabkan kematian suami istri itu. Mereka kemudian menguburkan kedua orang disamping lubang penampungan air yang ada," bebernya. Desa tempat meninggalnya kedua orang itu kemudian diberi nama Gorekan, yang bermakna ditegur malah gemetaran dan akhirnya meninggal. Wis-wis, onok- onok ae.

Cerita asal-usul nama desa ini masih patut untuk dicari kebenaran, karena masih berasal dari cerita rakyat. Tetapi banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dan ditularkan pada generasi muda. Bagi sebagian orang, mungkin pemberian nama itu asal-asalan saja. Apalah arti sebuah nama. Tetapi sesungguhnya nama adalah doa.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
Kisah Inspiratif Irine...
Kisah Inspiratif Irine Yandri Sandrika, Sukses Bangun Bisnis Sop Buah
Pesona Desa Wisata di...
Pesona Desa Wisata di Belitung, Menyaksikan Tarsius hingga Makan Bedulang
Kemendagri: Batas Desa...
Kemendagri: Batas Desa Penting Segera Diselesaikan untuk Kepastian Hukum
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
IPB dan Unpad Adu Inovasi...
IPB dan Unpad Adu Inovasi Berdayakan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Gunung Padang
Rekomendasi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Jenderal Sigit Tegaskan...
Jenderal Sigit Tegaskan Polri Tidak Sembarangan Tempatkan Personel di Luar Struktur
Kapuspen Sebut Keterlibatan...
Kapuspen Sebut Keterlibatan TNI Tangani Begal Demi Kebutuhan Masyarakat
Berita Terkini
Haji Ghoni Kembali Dipercaya...
Haji Ghoni Kembali Dipercaya Pimpin Forkabi
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Bobby Nasution Dukung...
Bobby Nasution Dukung Kongres HMI ke-33 Digelar di Sumatera Utara
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, Alarm Zona Megathrust yang Terlupakan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved