Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Senin, 13 Desember 2021 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, garam yang diproduksi di Indonesia, termasuk di Sulsel adalah garam rakyat yang mengandalkan cahaya matahari. Bila musim tak menentu, maka sangat berdampak pada produksi garam tersebut.
Baca juga:Strategi Pengurangan Garam pada Makanan untuk Tekan Risiko Hipertensi
“Kita ketahui sendiri selama beberapa tahun terakhir musim di Sulsel berubah-berubah. Kadang tiba-tiba hujan. Padahal biasa ada yang sudah mau panen, tapi hujan, yah mau tidak mau terganggulah itu,” jelasnya, pada Coffee Morning di Hotel Harper Makassar , Senin (13/12).
Kondisi ini diakuinya, membuat produksi garam sulit berkembang jika masih menggunakan metode yang sama. Pasalnya, di beberapa negara produksi garam sudah menggunakan tambang yang bisa dipanen kapan saja. Biaya produksinya juga lebih murah.
“Jadi bagaimana kita mau bersaing. Itu di Australia memang ada tempat yang cekungan kemudian di situ ditambang. Di sana cuma diekskapatorji, kemudian ditinggalkan, karena banyak tempatnya untuk mengambil tambang garam,” paparnya.
Baca juga:Strategi Pengurangan Garam pada Makanan untuk Tekan Risiko Hipertensi
“Kita ketahui sendiri selama beberapa tahun terakhir musim di Sulsel berubah-berubah. Kadang tiba-tiba hujan. Padahal biasa ada yang sudah mau panen, tapi hujan, yah mau tidak mau terganggulah itu,” jelasnya, pada Coffee Morning di Hotel Harper Makassar , Senin (13/12).
Kondisi ini diakuinya, membuat produksi garam sulit berkembang jika masih menggunakan metode yang sama. Pasalnya, di beberapa negara produksi garam sudah menggunakan tambang yang bisa dipanen kapan saja. Biaya produksinya juga lebih murah.
“Jadi bagaimana kita mau bersaing. Itu di Australia memang ada tempat yang cekungan kemudian di situ ditambang. Di sana cuma diekskapatorji, kemudian ditinggalkan, karena banyak tempatnya untuk mengambil tambang garam,” paparnya.
Lihat Juga :