Siap New Normal, Ratusan Pedagang Pasar Blitar Dirapid Test Massal
Senin, 08 Juni 2020 - 16:09 WIB
loading...
Tampak rapid test massal COVID-19 yang dilakukan petugas medis kepada ratusan pedagang pasar Wlingi dan pasar Ploso, Kabupaten Blitar. Foto/Ist
A
A
A
BLITAR - Sebanyak 161 pedagang pasar Wlingi Kabupaten Blitar menjalani rapid test COVID-19 secara massal. Hasilnya, semua dinyatakan non reaktif. Rapid test massal tersebut dalam rangka menuju syarat penerapan new normal atau normal baru.
"Kemarin ada yang minta di Wlingi (Pasar Wlingi). Hasilnya semua non reaktif," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Senin (8/6/2020). (Baca juga: Tim Covid-19 Hunter Jatim Rapid Test 1.279 PDP dan OTG, Ini Hasilnya )
Selain di Pasar Wlingi, petugas medis juga menggelar rapid test massal di Pasar Ploso, Kecamatan Selopuro. Dari sebanyak 63 orang yang menjalani rapid test massal, semuanya juga dinyatakan non reaktif COVID-19. "Pasar Ploso jumlah 63 semua non reaktif," ujar Krisna Yekti.
Sesuai prosedur kesehatan, begitu diketahui ada yang reaktif dalam rapid test, petugas langsung meningkatkan swab test.
Pada saat itu juga yang bersangkutan akan direkomendasikan mengisolasi diri (mandiri) dan petugas melakukan tracing kepada orang orang yang pernah berkontak erat.
Menurut Krisna Yekti, karena keterbatasan alat, rapid test di Wlingi dan Ploso berlangsung acak. Rapid test diutamakan para pedagang yang berasal dari luar kota. Kemudian juga pedagang yang ramai pembeli.
"Kami tidak bisa melakukan rapid test kepada seluruh pedagang yang jumlahnya 1.500 an karena alat yang tersedia terbatas," ungkap Krisna Yekti yang terus mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan.
Dalam pekan ini petugas juga menjadwalkan rapid test massal di pasar wilayah Kecamatan Kesamben. Rencananya rapid test menargetkan sebanyak 500 orang.
Dalam kesempatan itu Krisna Yekti juga menyinggung adanya satu orang Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 asal Kecamatan Wonodadi yang meninggal dunia. Pasien berusia 61 tahun yang mulai dinyatakan sebagai PDP pada 9 April lalu, memiliki riwayat sakit jantung. "Hasil swab testnya dinyatakan negatif," kata dia.
Tercatat pada Senin (8/6) ini, jumlah Orang dalam Pengawasan (ODP) COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 949 kasus. Perinciannya, 885 ODP selesai dipantau 14 hari, 34 ODP dalam proses pemantauan, 20 ODP meninggal dunia dan 10 ODP menjalani rawat inap.
Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 mencapai 54 orang, dengan perincian 29 orang selesai dipantau, 5 orang dirawat dan 20 orang meninggal dunia. Sementara jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 10 orang, yakni perinciannya satu orang menjalani observasi, 6 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
"Kemarin ada yang minta di Wlingi (Pasar Wlingi). Hasilnya semua non reaktif," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, Senin (8/6/2020). (Baca juga: Tim Covid-19 Hunter Jatim Rapid Test 1.279 PDP dan OTG, Ini Hasilnya )
Selain di Pasar Wlingi, petugas medis juga menggelar rapid test massal di Pasar Ploso, Kecamatan Selopuro. Dari sebanyak 63 orang yang menjalani rapid test massal, semuanya juga dinyatakan non reaktif COVID-19. "Pasar Ploso jumlah 63 semua non reaktif," ujar Krisna Yekti.
Sesuai prosedur kesehatan, begitu diketahui ada yang reaktif dalam rapid test, petugas langsung meningkatkan swab test.
Pada saat itu juga yang bersangkutan akan direkomendasikan mengisolasi diri (mandiri) dan petugas melakukan tracing kepada orang orang yang pernah berkontak erat.
Menurut Krisna Yekti, karena keterbatasan alat, rapid test di Wlingi dan Ploso berlangsung acak. Rapid test diutamakan para pedagang yang berasal dari luar kota. Kemudian juga pedagang yang ramai pembeli.
"Kami tidak bisa melakukan rapid test kepada seluruh pedagang yang jumlahnya 1.500 an karena alat yang tersedia terbatas," ungkap Krisna Yekti yang terus mengimbau warga mematuhi protokol kesehatan.
Dalam pekan ini petugas juga menjadwalkan rapid test massal di pasar wilayah Kecamatan Kesamben. Rencananya rapid test menargetkan sebanyak 500 orang.
Dalam kesempatan itu Krisna Yekti juga menyinggung adanya satu orang Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 asal Kecamatan Wonodadi yang meninggal dunia. Pasien berusia 61 tahun yang mulai dinyatakan sebagai PDP pada 9 April lalu, memiliki riwayat sakit jantung. "Hasil swab testnya dinyatakan negatif," kata dia.
Tercatat pada Senin (8/6) ini, jumlah Orang dalam Pengawasan (ODP) COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 949 kasus. Perinciannya, 885 ODP selesai dipantau 14 hari, 34 ODP dalam proses pemantauan, 20 ODP meninggal dunia dan 10 ODP menjalani rawat inap.
Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 mencapai 54 orang, dengan perincian 29 orang selesai dipantau, 5 orang dirawat dan 20 orang meninggal dunia. Sementara jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 10 orang, yakni perinciannya satu orang menjalani observasi, 6 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
(nth)
Lihat Juga :