Tangis YR Pecah, Usai Lebaran Puteri Tercintanya Diketahui Hamil Dicabuli Guru di Pesantrennya

Jum'at, 10 Desember 2021 - 17:32 WIB
loading...
Tangis YR Pecah, Usai Lebaran Puteri Tercintanya Diketahui Hamil Dicabuli Guru di Pesantrennya
YR salah satu orang tua santriwati korban pelecehan seksual oleh guru pesantren di Kota Bandung. Foto/iNews TV/Ii Solihin
A A A
GARUT - Air mata YR menitik bening dari kedua sudut matanya. Pria setengah baya ini, tak mampu lagi menahan kepedihan ketika bercerita tentang kondisi puteri tercintanya yang kini telah melahirkan.

Baca juga: Dihujat karena Perkosa Belasan Santriwati, Guru Pesantren di Bandung Ini Bilang Begini

Puteri cantik YR berinisial NI, menjadi salah satu dari puluhan korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru di pondok pesantren yang ada di Kota Bandung. Kini sejumlah santriwati korban pencabulan tersebut hamil, dan bahkan sudah ada yang melahirkan.



Cerita pilu itu, salah satunya diungkapkan pria berinisial YR. Orang tua salah santriwati korban pencabulan berinisial NI ini mengisahkan, puterinya diketahui hamil usai hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Kisah Nyimas Utari, Telik Sandi Cantik dari Mataram yang Memenggal Kepala Gubernur Jenderal JP Coen

Dia mengaku, baru mengetahui puterinya menjadi salah satu santriwati yang menjadi korban pencabulan, setelah kabar kasus pencabulan oleh salah satu guru di pesantren di Kota Bandung tersebut mencuat ke publik.

Kasus pencabulan yang menimpa NI, diketahui YR dari salah satusaudaranya. YR sangat kaget mendapatkan kabar dari saudaranya tersebut. Dan dia semakin kaget ketika NI sendiri memberikan penjelasan kepadanya.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Wali Kota Bandung Pingsan dan Dilarikan ke RS Muhammadiyah

NI mengikuti kegiatan di pesantren tersebut sejak tahun 2017. Di mana NI diajak oleh salah satu kerabat keluarga pelaku. Selama mengikuti kegiatan pesantren, YR diperbolehkan menengok anaknya dengan waktu yang telah ditentukan oleh pihak pesantren.

Dalam kepiluan ini, YR mengaku secara ikhlas akan merawat cucu yang dilahirkan puterinya. Dia juga meminta aparat penegak hukum tegas menghukum pelaku. "Kami berharap agar pelaku diproses hukum yang seberat-beratnya," ungkapnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2554 seconds (11.210#12.26)