Persada Hospital Malang Berhentikan Oknum Dokter Pelaku Pelecehan Seksual ke Pasien
Kamis, 17 April 2025 - 22:18 WIB
loading...
AYP, oknum dokter rumah sakit swasta di Kota Malang yang diduga melakukan pelecehan seksual ke pasien diberhentikan. Foto/istimewa
A
A
A
MALANG - Oknum dokter rumah sakit swasta di Kota Malang yang diduga melakukan pelecehan seksual ke pasien diberhentikan. Dokter berinisial AYP itu merupakan dokter jaga yang menangani pasien berinisial QAR (31) perempuan muda asal Bandung, pada 26 September 2022 lalu ketika mengeluhkan sakit sinusitis kambuh ketika berlibur di Malang.
Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkalit mengungkapkan, usai viral beredarnya isu dugaan pelecehan seksual itu pihaknya sudah memanggil dokter berinisial AYP itu. Bahkan manajemen rumah sakit telah menonaktifkan AYP dari kerja-kerja medis di rumah sakit.
"Saat ini, yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses investigasi internal yang sedang berjalan," ucap Sylvia Kitty, Kamis (17/4/2025).
Baca juga: Kasus Dokter Cabul Lecehkan Pasien Perempuan, IDI Malang Raya Siapkan Sanksi Tegas
Sejauh ini, kata Kitty, sapaan akrabnya, tim investigasi internal masih bekerja sejak kasus ini mencuat pada Selasa lalu. Tim bekerja untuk menelusuri kasus ini yang disebut terjadi pada Selasa, 27 September 2022 sore hari.
"Kami telah membentuk Tim Investigasi Internal untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh. Besok hasilnya akan disampaikan," kata dia kembali.
Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkalit mengungkapkan, usai viral beredarnya isu dugaan pelecehan seksual itu pihaknya sudah memanggil dokter berinisial AYP itu. Bahkan manajemen rumah sakit telah menonaktifkan AYP dari kerja-kerja medis di rumah sakit.
"Saat ini, yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses investigasi internal yang sedang berjalan," ucap Sylvia Kitty, Kamis (17/4/2025).
Baca juga: Kasus Dokter Cabul Lecehkan Pasien Perempuan, IDI Malang Raya Siapkan Sanksi Tegas
Sejauh ini, kata Kitty, sapaan akrabnya, tim investigasi internal masih bekerja sejak kasus ini mencuat pada Selasa lalu. Tim bekerja untuk menelusuri kasus ini yang disebut terjadi pada Selasa, 27 September 2022 sore hari.
"Kami telah membentuk Tim Investigasi Internal untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh. Besok hasilnya akan disampaikan," kata dia kembali.
Lihat Juga :