2 Oknum Polisi Pencaci Maki Korban Perkosaan Terus Diperiksa Intensif
Jum'at, 10 Desember 2021 - 03:35 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto saat menggelar alam jumpa persnya soal dua oknum polisi yang mencaci maki ibu muda korban perkosaan, Kamis malam (9/12/2021). Foto: SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Polda Riau sangat menyayangkan sikap penyidik Polsek Tambusai Utara, Polres Rohul yang dinilai tidak menunjukkan sikap terpuji yang mencaci maki Z (19), korban perkosaan oleh empat pria.
Polda Riau pun memanggil dua penyidik yang mencaci maki, dimana kejadian itu viral di media sosial.
Baca juga: Anaknya Dibunuh, Ibu di Manado Menangis Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Kita sudah memerintahkan kedua anggota penyidik dan penyidik pembantu itu untuk datang ke Polda Riau. Maka pada Rabu 8 Desember 2021, mereka berdua datang," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya, Kamis malam (9/12/2021).
Setelah sampai di Mapolda Riau, kedua oknun polisi itu lansung diperiksa di Bidang Propam Polda Riau. Saat ini proses pemeriksaan keduanya masih terus dilakukan.
Baca juga: Ibu Muda Korban Perkosaan Terus Diteror dan Diancam Dihabisi
"Terkait beredarnya video bahwa Bid Propam sudah menangani pelanggaran atas perkataan yang tidak semestinya," imbuh Narto.
Polda Riau pun memanggil dua penyidik yang mencaci maki, dimana kejadian itu viral di media sosial.
Baca juga: Anaknya Dibunuh, Ibu di Manado Menangis Minta Keadilan ke Presiden Jokowi
"Kita sudah memerintahkan kedua anggota penyidik dan penyidik pembantu itu untuk datang ke Polda Riau. Maka pada Rabu 8 Desember 2021, mereka berdua datang," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya, Kamis malam (9/12/2021).
Setelah sampai di Mapolda Riau, kedua oknun polisi itu lansung diperiksa di Bidang Propam Polda Riau. Saat ini proses pemeriksaan keduanya masih terus dilakukan.
Baca juga: Ibu Muda Korban Perkosaan Terus Diteror dan Diancam Dihabisi
"Terkait beredarnya video bahwa Bid Propam sudah menangani pelanggaran atas perkataan yang tidak semestinya," imbuh Narto.
Lihat Juga :