Foto-foto Kesetiaan Rumini, Pelukan Jelang Ajal Menjemput saat Gunung Semeru Meletus
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:30 WIB
loading...
Rumini (28) dan neneknya, Salamah (71) semasa hidup. Keduanya berpelukan hingga akhir hayat saat Gunung Semeru meletus. Foto/TikTok @yayasanpedulikasih_kndjh
A
A
A
LUMAJANG - Kesetiaan dan bakti seorang cucu, Rumini (28) terhadap neneknya, Salamah (71) hingga akhir hayat mengharu biru dan mengaduk-aduk perasaan. Rumini memilih menemani neneknya (sebelumnya disebut ibunya) dengan memeluk dan mendekap saat Gunung Semeru meletus.
Pelukan erat Rukmini itu ke neneknya semakin erat saat ajal menjemput. Keduanya yang tinggal di Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur menjadi korban keganasan letusan Gunung Semeru, Sabtu 4 Desember 2021.
Baca juga: Setia Sampai Akhir Hayat, Rumini Peluk Ibunya dan Tewas saat Gunung Semeru Meletus
Beberapa foto Rumini dan Salamah semasa hidup beredar di sosial media (sosmed). Di antaranya dari akun TikTok @yayasanpedulikasih_kndjh yang membagikan foto-foto almarhumah Rumini.
![Foto-foto Kesetiaan Rumini, Pelukan Jelang Ajal Menjemput saat Gunung Semeru Meletus]()
Foto:Facebook @Tongkrongan Arek-Arek Lumajang Jatim
Gunung Semeru meletus membuat panik warga, termasuk Rumini dan Salamah. Rumini memiliki dua pilihan sulit. Lari menyelamatkan diri, atau setiap menemani neneknya yang tak sanggup berjalan.

Pelukan erat Rukmini itu ke neneknya semakin erat saat ajal menjemput. Keduanya yang tinggal di Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur menjadi korban keganasan letusan Gunung Semeru, Sabtu 4 Desember 2021.
Baca juga: Setia Sampai Akhir Hayat, Rumini Peluk Ibunya dan Tewas saat Gunung Semeru Meletus
Beberapa foto Rumini dan Salamah semasa hidup beredar di sosial media (sosmed). Di antaranya dari akun TikTok @yayasanpedulikasih_kndjh yang membagikan foto-foto almarhumah Rumini.

Foto:Facebook @Tongkrongan Arek-Arek Lumajang Jatim
Gunung Semeru meletus membuat panik warga, termasuk Rumini dan Salamah. Rumini memiliki dua pilihan sulit. Lari menyelamatkan diri, atau setiap menemani neneknya yang tak sanggup berjalan.
Lihat Juga :