Kesetiaan Rumini ke Ibunda Menyayat hati, Ustaz Yusuf Mansur: Nangis Bener Nih Saya...
Selasa, 07 Desember 2021 - 21:40 WIB
loading...
Lukisan sketsa kesetiaan dan pengabdian sampai akhir hayat Rumini (28) kepada ibundanya, Salamah (71) saat Gunung Semeru meletus. Foto/Instagram @gusmiftah
A
A
A
LUMAJANG - Tangis pecah menyaksikan kesetiaan dan pengabdian sampai akhir hayat yang dilakukan Rumini (28) kepada ibundanya, Salamah (71) saat Gunung Semeru meletus.
Unggahan di Instagram pengasuh pondok pesantren Ora Aji, Gus Miftah dalam akun resminya @gusmiftah yang bersumber dari akun TikTok @tatazie tentang kisah Rumini dan Salamah bikin terenyuh menangis sesenggukan.
Baca juga: Setia Sampai Akhir Hayat, Rumini Peluk Ibunya dan Tewas saat Gunung Semeru Meletus
Apalagi unggahan berupa coretan sketsa lukisan Rumini dan Salamah saat detik-detik Gunung Semeru meletus di Lumajang, Jawa Timur itu disertai iringan istrumental sholawat sedih yang menyayat hati serta tulisan yang bikin haru.
Gus Miftah dalam pengantarnya menulis, “Tidak ibu, raga ini bisa lari tapi hati ini nggak bisa, saya tidak tega meninggalkan ibu sendirian” (mbak Rumini). Ibu dan anak meninggal dalam keadaan berpelukan (korban meninggal gunung Semeru). Alfatihah
Berikut petikan tulisan menyayat hati tentang kesetiaan Rumini kepada ibundaya, Salamah.
Nduk Anakku Rumini.... Mlayu O Nduk.. (Nak, anakku Rumini.... larilah nak)
Unggahan di Instagram pengasuh pondok pesantren Ora Aji, Gus Miftah dalam akun resminya @gusmiftah yang bersumber dari akun TikTok @tatazie tentang kisah Rumini dan Salamah bikin terenyuh menangis sesenggukan.
Baca juga: Setia Sampai Akhir Hayat, Rumini Peluk Ibunya dan Tewas saat Gunung Semeru Meletus
Apalagi unggahan berupa coretan sketsa lukisan Rumini dan Salamah saat detik-detik Gunung Semeru meletus di Lumajang, Jawa Timur itu disertai iringan istrumental sholawat sedih yang menyayat hati serta tulisan yang bikin haru.
Gus Miftah dalam pengantarnya menulis, “Tidak ibu, raga ini bisa lari tapi hati ini nggak bisa, saya tidak tega meninggalkan ibu sendirian” (mbak Rumini). Ibu dan anak meninggal dalam keadaan berpelukan (korban meninggal gunung Semeru). Alfatihah
Berikut petikan tulisan menyayat hati tentang kesetiaan Rumini kepada ibundaya, Salamah.
Nduk Anakku Rumini.... Mlayu O Nduk.. (Nak, anakku Rumini.... larilah nak)
Lihat Juga :