Pemerintah Bangun Jembatan Gantung di Gladak Perak, Hanya untuk Roda 2 dan 3
Rabu, 08 Desember 2021 - 06:31 WIB
loading...
Jembatan penghubung jalur Lumajang-Malang tersebut putus akibat diterjang lahar dingin usai gunung Semeru meletus.Foto/Antara
A
A
A
SURABAYA - Pemerintah akan membangun jembatan gantung untuk menggantikan Jembatan Gladak Perak yang putus akibat erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). Upaya darurat ini dilakukan agar koneksitas antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang tetap terhubung.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, jembatan gantung ini hanya bersifat sementara. Jembatan ini hanya mampu untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga. Sementara untuk jembatan permanen, rencananya akan mulai dikerjakan bulan depan dan memakan waktu selama 9 bulan.
Baca juga: Cerita Mistis Gunung Semeru dan Awal Mula Ranu Kumbolo hingga Dewi Cantik Berkebaya Kuning
“Ini (jembatan gantung) hanya untuk distribusi logistik yang bisa diangkut roda tiga,” katanya saat meeting via online dengan BNPB, Selasa (7/12/2021).
Sedangkan untuk roda empat, kata dia, pemerintah masih mencari akses alternatif. Rencananya, akan dicarikan jalan dari Pasirian – Tempursari menuju Pronojiwo. Akses jalan ini biasanya digunakan masyarakat untuk pergi berkebun. Jalan itu berada di lahan milik Perhutani. “Nanti ini akan dijadikan jalan umum. Nanti ada mekanismenya,” tandas Thoriq.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, jembatan gantung ini hanya bersifat sementara. Jembatan ini hanya mampu untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda tiga. Sementara untuk jembatan permanen, rencananya akan mulai dikerjakan bulan depan dan memakan waktu selama 9 bulan.
Baca juga: Cerita Mistis Gunung Semeru dan Awal Mula Ranu Kumbolo hingga Dewi Cantik Berkebaya Kuning
“Ini (jembatan gantung) hanya untuk distribusi logistik yang bisa diangkut roda tiga,” katanya saat meeting via online dengan BNPB, Selasa (7/12/2021).
Sedangkan untuk roda empat, kata dia, pemerintah masih mencari akses alternatif. Rencananya, akan dicarikan jalan dari Pasirian – Tempursari menuju Pronojiwo. Akses jalan ini biasanya digunakan masyarakat untuk pergi berkebun. Jalan itu berada di lahan milik Perhutani. “Nanti ini akan dijadikan jalan umum. Nanti ada mekanismenya,” tandas Thoriq.
Lihat Juga :