Sangar Bawa Golok Begal Pemotor, Tukang Cilok Nangis Ditembak Polisi

Selasa, 30 November 2021 - 21:36 WIB
loading...
Sangar Bawa Golok Begal Pemotor, Tukang Cilok Nangis Ditembak Polisi
Dua orang tukang cilok di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diringkus polisi karena melakukan aksi pembegalan. Foto/iNews TV/Toiskandar
A A A
INDRAMAYU - Tukang cilok di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menangis kesakitan usai kakinya dilubangi timah panas polisi, Selasa (30/11/2021). Dua begal tersebut, terpaksa dilumpukan polisi, karena berupaya melawan pakai golok saat akan ditangkap.

Baca juga: Mengaku Polisi, Bapak Anak di Mojokerto Ternyata Begal Sadis yang Telanjangi Muda-mudi

Dua penjual cilok keliling ini, merupakan begal sadis yang selalu mengincar para pemotor di jalur sepi. Kasatreskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara menyebut, pelaku begal ini tidak mengenal waktu saat beraksi. "Dia melancarkan aksinya siang, sore, maupun makam," terangnya.



Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku sudah beraksi melakukan pembegalan sebanyak enam kali. Mereka telah menggasak dua korban setiap bulannya, masing-masing pada bulan Februari, Maret, dan November 2021.

Baca juga: Bus Tabrak Median Jalan, Jalinsum Tebing Tinggi Macet Total

Kepada petugas, pelaku mengaku terpaksa menjadi begal karena untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya tiga unit sepeda motor, kunci motor, hingga senjata golok yang digunakan tersangka untuk membegal korbannya.

Kedua pelaku yang telah berhasil diringkus, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga masih memburu dua pelaku begal lainnya, yang menjadi bagian dari komplotan ini dan saat ini masih buron.

Baca juga: Gugatan Pejabat Cantik Aceh Tengah Terhadap Ibu Kandungnya Ditolak Hakim PN Takengon

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku begal ini kini menjalani penahanan di Polres Indramayu, dan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2451 seconds (11.97#12.26)