Banjir Terjang 4 Kecamatan di Cianjur, Wakil Ketua DPRD Jabar: Evaluasi Izin Bangunan
Selasa, 29 April 2025 - 08:14 WIB
loading...
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto/SindoNews
A
A
A
BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan, menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa tersebut menyebabkan 92 rumah terendam, enam akses jalan tertutup, serta merendam lahan persawahan seluas 2,5 hektare.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, sebanyak 111 kepala keluarga atau 412 jiwa terdampak banjir lumpur yang terjadi sejak Minggu, 27 April 2025 dini hari.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Karangtengah, yang mencatat 12 titik lokasi banjir. Ruas Jalan Selajambe di Kecamatan Sukaluyu juga sempat terputus akibat derasnya arus banjir yang menyeret kendaraan warga.
Baca juga: 2 Kecamatan di Cianjur Diterjang Banjir Bandang, Sekolah dan Jembatan Hancur
Iwan Suryawan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Iwan juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pemukiman yang berada di bantaran sungai, kawasan pengairan, serta lokasi yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi bangunan berdasarkan aturan tata ruang.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, sebanyak 111 kepala keluarga atau 412 jiwa terdampak banjir lumpur yang terjadi sejak Minggu, 27 April 2025 dini hari.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Karangtengah, yang mencatat 12 titik lokasi banjir. Ruas Jalan Selajambe di Kecamatan Sukaluyu juga sempat terputus akibat derasnya arus banjir yang menyeret kendaraan warga.
Baca juga: 2 Kecamatan di Cianjur Diterjang Banjir Bandang, Sekolah dan Jembatan Hancur
Iwan Suryawan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Iwan juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pemukiman yang berada di bantaran sungai, kawasan pengairan, serta lokasi yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi bangunan berdasarkan aturan tata ruang.
Lihat Juga :