Kemah Budaya Hadirkan Tujuh Permainan Tradisional Sulsel
Minggu, 21 November 2021 - 17:13 WIB
loading...
Sekumpulan siswa yang terlibat di Kemah Budaya yang digelar di Rammang-rammang menampilkan permainan tradisional yang mulai tergerus zaman. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, bersama Lembaga Adat dan Budaya Masyarakat Salenrang menggelar Maudu Ada' dan Kemah Budaya, di Dermaga Dua Rammang-rammang Desa Salenrang, (20-21/11/2021).
Kegiatan tersebut, dirangkaikan dengan seminar budaya dan literasi , lomba permainan tradisional, serta pentas musik tutur dan akustik.
Baca Juga: 17 Desa di Kabupaten Maros Gelar Pilkades Tahun Depan
Ketua Panitia, Muhammad Ikhwan Dento, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya. Seperti halnya permainan tradisional yang sengaja digelar saat itu. Menurutnya, permainan tradisional itu perlu direkonstruksi kembali agar tidak tergusur dengan permainan gawai yang marak di kalangan anak-anak.
"Kami melihat, ketika anak anak pulang kerumahnya yang mereka maini adalah gadget . Tapi itu bukan salah anak-anak sepenuhnya. Sebab sebagai orang tua kita tidak mewariskan alternatif permainan lain kepada anak anak, " jelasnya.
Makanya kata dia, melalui kegiatan kemah budaya ini, mereka menghadirkan tujuh permainan tradisional yang diperlombakan. "Khusus untuk anak anak ada lomba asing-asing, santo-santo, cangke, dende-dende, dan lambasenang. Untuk kategori dewasa ada lomba Attaru-taru dan Arripi," jelasnya.
Kegiatan tersebut, dirangkaikan dengan seminar budaya dan literasi , lomba permainan tradisional, serta pentas musik tutur dan akustik.
Baca Juga: 17 Desa di Kabupaten Maros Gelar Pilkades Tahun Depan
Ketua Panitia, Muhammad Ikhwan Dento, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya. Seperti halnya permainan tradisional yang sengaja digelar saat itu. Menurutnya, permainan tradisional itu perlu direkonstruksi kembali agar tidak tergusur dengan permainan gawai yang marak di kalangan anak-anak.
"Kami melihat, ketika anak anak pulang kerumahnya yang mereka maini adalah gadget . Tapi itu bukan salah anak-anak sepenuhnya. Sebab sebagai orang tua kita tidak mewariskan alternatif permainan lain kepada anak anak, " jelasnya.
Makanya kata dia, melalui kegiatan kemah budaya ini, mereka menghadirkan tujuh permainan tradisional yang diperlombakan. "Khusus untuk anak anak ada lomba asing-asing, santo-santo, cangke, dende-dende, dan lambasenang. Untuk kategori dewasa ada lomba Attaru-taru dan Arripi," jelasnya.
Lihat Juga :