Air Setinggi 1,5 Meter Rendam 1.618 Rumah di Labuhanbatu Utara
Jum'at, 19 November 2021 - 19:07 WIB
loading...
A
A
A
Jamil mengatakan, bahwa banjir di Kabupaten Labuhanbatu Utara, bukan disebabkan hujan. Namun, disebabkan luapan air Sungai Asahan, atau istilahnya banjir kiriman. "Untuk yang banjir ini, banjir kiriman. Bukan karena hujan. Dari sungai Asahan, kena di hulu," sebut Jamil.
Untuk Jalinsum, Jamil mengatakan, sudah bisa dilalui kendaraan bermotor yang melintas di Bandar Durian. Namun, saat jalan ini banjir mengakibatkan kecamatan. "Jalinsum di Bandar Durian sudah bisa lalui. Bukan terputus, karena macet. Artinya, tidak bisa dilalui roda dua dan roda empat. Akibat dipenuhi air," kata Jamil.
Baca juga: Mediasi Gagal, PNS Gugat Ibu Kandung Tetap Ingin Kuasai Rumah Mewah Orang Tuanya
Dia juga mengatakan Pemkab Labuhanbatu Utara, dan Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu Utara, sudah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum bagi warga yang rumahnya, masih terendam banjir.
Kemudian, ia mengatakan Pemkab Labuhanbatu Utara, bersama pihak swasta juga menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga menjadi korban banjir. "Kepada masyarakat, kapan banjir itu datang sudah tahu. Artinya, sosialisasi kita lakukan untuk barang-barang berharga diangkati. Kalau perlu mengungsi, mengungsi lah," sebut Jamil.
Untuk Jalinsum, Jamil mengatakan, sudah bisa dilalui kendaraan bermotor yang melintas di Bandar Durian. Namun, saat jalan ini banjir mengakibatkan kecamatan. "Jalinsum di Bandar Durian sudah bisa lalui. Bukan terputus, karena macet. Artinya, tidak bisa dilalui roda dua dan roda empat. Akibat dipenuhi air," kata Jamil.
Baca juga: Mediasi Gagal, PNS Gugat Ibu Kandung Tetap Ingin Kuasai Rumah Mewah Orang Tuanya
Dia juga mengatakan Pemkab Labuhanbatu Utara, dan Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu Utara, sudah mendirikan posko pengungsian dan dapur umum bagi warga yang rumahnya, masih terendam banjir.
Kemudian, ia mengatakan Pemkab Labuhanbatu Utara, bersama pihak swasta juga menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga menjadi korban banjir. "Kepada masyarakat, kapan banjir itu datang sudah tahu. Artinya, sosialisasi kita lakukan untuk barang-barang berharga diangkati. Kalau perlu mengungsi, mengungsi lah," sebut Jamil.
(eyt)
Lihat Juga :