Wapres Resmikan Pencanangan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi
Jum'at, 19 November 2021 - 19:02 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin meresmikan pencanangan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi dan membuka Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional FKUB se-Indonesia, Jumat (19/11/2021). Foto/Biro Pers Setwapres
A
A
A
TOMOHON - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (19/11/2021). Selain membuka Pekan Kerukunan Internasional dan Konferensi Nasional Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia, Wapres juga meresmikan pencanangan Kota Tomohon sebagai Kota Toleransi.
Maruf mengatakan bahwa para pendiri bangsa telah berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Dimana terdapat beragam agama, suku, adat dan budaya.
Baca juga: Hari Toleransi Internasional: Krisis Lingkungan dan Urgensi Penanaman Nilai-nilai Ekoteologi
Wapres mengungkapkan hal ini dapat terwujud karena masing-masing pendiri negara memiliki rasa empati, toleran, dan tidak egois. Dalam hal ini lebih mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan kelompoknya masing-masing.
“Sikap-sikap positif ini harus kita rawat, kita jaga, kita pelihara demi tetap berlangsungnya keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia yang harus kita wariskan kepada generasi sesudah kita khususnya kalangan milenial, generasi Z, dan generasi yang lebih belia lagi,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa masyarakat Sulut tercatat mampu merawat keutuhan bangsa dengan meneruskan jejak para pendiri bangsa dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi.
Maruf mengatakan bahwa para pendiri bangsa telah berhasil merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Dimana terdapat beragam agama, suku, adat dan budaya.
Baca juga: Hari Toleransi Internasional: Krisis Lingkungan dan Urgensi Penanaman Nilai-nilai Ekoteologi
Wapres mengungkapkan hal ini dapat terwujud karena masing-masing pendiri negara memiliki rasa empati, toleran, dan tidak egois. Dalam hal ini lebih mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan kelompoknya masing-masing.
“Sikap-sikap positif ini harus kita rawat, kita jaga, kita pelihara demi tetap berlangsungnya keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia yang harus kita wariskan kepada generasi sesudah kita khususnya kalangan milenial, generasi Z, dan generasi yang lebih belia lagi,” katanya.
Dia mengungkapkan bahwa masyarakat Sulut tercatat mampu merawat keutuhan bangsa dengan meneruskan jejak para pendiri bangsa dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi.
Lihat Juga :