Banjir dan Longsor Mengintai, Jabar Kampanyekan Tanam Pohon dan Sumur Resapan
Minggu, 14 November 2021 - 06:20 WIB
loading...
Kepala Dinas Sumber Daya Air Jabar, Dikky Achmad Sidik (kanan) menunjukkan sumur resapan dibGedung Sate, Kota Bandung. SINDOnews/Agung
A
A
A
BANDUNG - Di tengah ancaman bencana banjir dan longsor menyusul intensitas hujan yang tinggi, Pemprov Jabar mengampanyekan gerakan tanam pohon di lahan kritis dan pembuatan sumur resapan.
Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Epi Kustiawan mengatakan, penanaman pohon di lahan kritis perlu dilakukan secara gotong royong. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak.
"714 ribu hektare dari 911 ribu hektare lahan kritis itu ada di luar kawasan, makanya pendekatan terus kami lakukan karena suatu permasalahan itu efektif dituntaskan dengan cara gotong royong atau kolaborasi," kata Epi, Sabtu (13/11/2021).
Epi menuturkan, lokasi lahan kritis di Jabar kini sudah dapat diketahui lewat aplikasi Si Mantri Bibit (Sistem Informasi Pemantauan Kontribusi Bibit), sehingga memudahkan masyarakat yang ingin berkontribusi untuk menanam bibit pohon.
"Si Mantri Bibit mengetahui di mana saja lahan kritis masyarakat berada, bahkan bisa tahu berapa bibit dan jenis pohon baru yang sudah tertanam karena mereka menanam sudah pakai koordinat, jadi setiap hari ada update-nya dan kita bisa kontrol," tuturnya.
Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Epi Kustiawan mengatakan, penanaman pohon di lahan kritis perlu dilakukan secara gotong royong. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak.
"714 ribu hektare dari 911 ribu hektare lahan kritis itu ada di luar kawasan, makanya pendekatan terus kami lakukan karena suatu permasalahan itu efektif dituntaskan dengan cara gotong royong atau kolaborasi," kata Epi, Sabtu (13/11/2021).
Epi menuturkan, lokasi lahan kritis di Jabar kini sudah dapat diketahui lewat aplikasi Si Mantri Bibit (Sistem Informasi Pemantauan Kontribusi Bibit), sehingga memudahkan masyarakat yang ingin berkontribusi untuk menanam bibit pohon.
"Si Mantri Bibit mengetahui di mana saja lahan kritis masyarakat berada, bahkan bisa tahu berapa bibit dan jenis pohon baru yang sudah tertanam karena mereka menanam sudah pakai koordinat, jadi setiap hari ada update-nya dan kita bisa kontrol," tuturnya.
Lihat Juga :