Satu Warga Positif Corona, 150 Warga Dites Swab 14 Dikarantina
Jum'at, 05 Juni 2020 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Karantina dipandang perlu setelah satu warga yang berprofesi sebagai penjual lontong dinyatakan positif COVID-19. "Karantina mikro atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) diterapkan untuk mencegah perluasan penyebaran. Khususnya di satu RT di lingkungan pasien positif itu atau sekitar 100 orang," sebutnya.
(Baca: Cimahi Kekurangan 13.646 Penerangan Jalan, Penambahan Terhambat COVID-19)
Ajay mengaku penerapan PSBM di satu RT tersebut sempat mendapatkan banyak penolakan dari warga setempat. Sebab dianggap membatasi warga untuk bekerja dan beraktivitas setiap harinya. Namun pihaknya terus memberikan edukasi dan pemahaman secara intensif akan kondisi tersebut, sebab itu pun demi kebaikan warga yang lebih besar lagi.
"Sempat ada penolakan, tapi kami terus edukasi dan sampaikan bahwa ini demi menghentikan penyebaran dan tidak perlu takut dikucilkan," imbuhnya.
Sementara itu, warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di RT 01/07 Kelurahan Karangmekar saat ini menjadi pasien di RSUD Cibabat. Dilaporkan kesehatannya belum terlalu baik setelah sebelumnya sempat mengalami demam tinggi.
(Baca: Cimahi Kekurangan 13.646 Penerangan Jalan, Penambahan Terhambat COVID-19)
Ajay mengaku penerapan PSBM di satu RT tersebut sempat mendapatkan banyak penolakan dari warga setempat. Sebab dianggap membatasi warga untuk bekerja dan beraktivitas setiap harinya. Namun pihaknya terus memberikan edukasi dan pemahaman secara intensif akan kondisi tersebut, sebab itu pun demi kebaikan warga yang lebih besar lagi.
"Sempat ada penolakan, tapi kami terus edukasi dan sampaikan bahwa ini demi menghentikan penyebaran dan tidak perlu takut dikucilkan," imbuhnya.
Sementara itu, warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di RT 01/07 Kelurahan Karangmekar saat ini menjadi pasien di RSUD Cibabat. Dilaporkan kesehatannya belum terlalu baik setelah sebelumnya sempat mengalami demam tinggi.
(muh)
Lihat Juga :