Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, Raja Samudera Pasai dalam Catatan Ibn Battuta
Kamis, 11 November 2021 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Tercatat, diantara para ahli-ahli agama Islam itu ada Qadi Sharif Amir Sayyid dari Persia (sekarang Iran) dan Taj-alDhin dari Isfahan. Para teolog Islam itu, telah menetap jauh sebelum Ibn Battuta tiba di Kerajaan Islam Samudera Pasai.
Baca: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda
Tidak hanya dibilang ilmu pengetahuan agama Islam, Kerajaan Samudera Pasai juga dikenal sebagai pusat perdagangan di Selat Malaka, hingga akhir abad ke-13. Terutama, karena kerajaan ini mengeluarkan mata uang sendiri.
Pendahulu Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, yaitu Sultan Malik al-Zahir yang memerintah pada 1297-1326 Masehi, tercatat sebagai orang yang pertama kali mengeluarkan mata uang emas dirham sebagai alat perdagangan.
Tradisi itu diteruskan, pada masa Sultan Mahmud Malik Az-Zahir berkuasa. Hingga kini, mata uang tersebut tercatat sebagai yang paling tua, yang pernah dikeluarkan oleh kerajaan Islam yang ada di Asia Tenggara.
Baca: Pengganti Gajah Mada, Mahapatih Enggon yang Tak Tegas Sebabkan Kehancuran Majapahit
Baca: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda
Tidak hanya dibilang ilmu pengetahuan agama Islam, Kerajaan Samudera Pasai juga dikenal sebagai pusat perdagangan di Selat Malaka, hingga akhir abad ke-13. Terutama, karena kerajaan ini mengeluarkan mata uang sendiri.
Pendahulu Sultan Mahmud Malik Az-Zahir, yaitu Sultan Malik al-Zahir yang memerintah pada 1297-1326 Masehi, tercatat sebagai orang yang pertama kali mengeluarkan mata uang emas dirham sebagai alat perdagangan.
Tradisi itu diteruskan, pada masa Sultan Mahmud Malik Az-Zahir berkuasa. Hingga kini, mata uang tersebut tercatat sebagai yang paling tua, yang pernah dikeluarkan oleh kerajaan Islam yang ada di Asia Tenggara.
Baca: Pengganti Gajah Mada, Mahapatih Enggon yang Tak Tegas Sebabkan Kehancuran Majapahit
Lihat Juga :