Disebut Layak Jadi Capres 2021, Ridwan Kamil: Masih Jauh!
Kamis, 11 November 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Pulang Lawatan ke Luar Negeri, Ridwan Kamil Jalani Masa Karantina Kesehatan
Disinggung dorongan AMS yang menginginkan warga Jabar tampil menjadi pemimpin negara sebagai hal yang rasional, Kang Emil menjawab hal itu rasional.
"Rasional. Tapi kan saya punya politik tahu diri, harus mengukur lah. Mampu atau tidak, elektabilitasnya memadai atau tidak, walaupun tidak jaminan yah mengukur dua tahun mendatang dari perhitungan sekarang," jelasnya.
"Saya ini alumni dua kali pilkada. Waktu jadi wali kota (Bandung) start-nya jelek, akhirnya menang. Jadi wajar, rasional, tapi mengukur takdir itu, diera sekarang masih jauh," lanjut Kang Emil.
Baca: Pemilih Jabar Terbelah, Ridwan Kamil Butuh Tambahan Modal Maju Pilpres 2024
Kang Emil pun menyoroti soal hasil survei sejumlah lembaga yang kerap memunculkan nama individual. Padahal, kata Kang Emil, survei tersebut harusnya dilakukan setelah berpasangan.
"Bisa aja yang survei hari ini ranking satu berpasangan dengan ranking lima, yang survei ranking dua dipasangkan dengan tiga. Disurvei elektabilitas sebagai pasangan menurut saya lebih akurat. Sekarang lebih refleksi dan cerminan saja," tandasnya.
Disinggung dorongan AMS yang menginginkan warga Jabar tampil menjadi pemimpin negara sebagai hal yang rasional, Kang Emil menjawab hal itu rasional.
"Rasional. Tapi kan saya punya politik tahu diri, harus mengukur lah. Mampu atau tidak, elektabilitasnya memadai atau tidak, walaupun tidak jaminan yah mengukur dua tahun mendatang dari perhitungan sekarang," jelasnya.
"Saya ini alumni dua kali pilkada. Waktu jadi wali kota (Bandung) start-nya jelek, akhirnya menang. Jadi wajar, rasional, tapi mengukur takdir itu, diera sekarang masih jauh," lanjut Kang Emil.
Baca: Pemilih Jabar Terbelah, Ridwan Kamil Butuh Tambahan Modal Maju Pilpres 2024
Kang Emil pun menyoroti soal hasil survei sejumlah lembaga yang kerap memunculkan nama individual. Padahal, kata Kang Emil, survei tersebut harusnya dilakukan setelah berpasangan.
"Bisa aja yang survei hari ini ranking satu berpasangan dengan ranking lima, yang survei ranking dua dipasangkan dengan tiga. Disurvei elektabilitas sebagai pasangan menurut saya lebih akurat. Sekarang lebih refleksi dan cerminan saja," tandasnya.
Lihat Juga :