Warganya Diteror Imbas Proyek Strategis Nasional, Ini Kata Kades Wadas
Selasa, 09 November 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Sabar, menerima teror yang berbeda. Sepeda motor barunya dimasuki garam dan pasir sehingga rusak parah. "Itu saya alami setelah pulang dari menghadiri sidang PTUN Semarang. Saat itu saya menjadi saksi," jelasnya.
Terkait teror yang dialami warganya itu, Kades Wadas, Fachri membenarkan bila warga yang setuju pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Bener, menerima teror dari oknum tertentu. Hal itu sudah terjadi kurang lebih satu tahun. "Teror mulai pengancaman dengan senjata tajam, pengucilan sosial hingga pengerusakan fisik. Saya sendiri pun juga diteror," tegasnya.
Padahal, menurut Fachri, mayoritas warga Wadas sudah setuju dan siap melepaskan lahan untuk pembangunan waduk. "Dari 429 pemilik lahan, 350 sudah siap pembebasan tanah. Itu sudah lebih dari 80 persen warga," jelasnya.
Baca juga: Sadis! Kepergok Selingkuh, Suami Siram Istri Pakai Air Panas hingga Melempuh
Fachri menyesalkan adanya teror sesama warga, yang menurutnya dibantu oleh orang luar Desa Wadas. Untuk itu ia mengharapkan patroli oleh aparat digencarkan di seluruh wilayah Desa Wadas.
"Ada empat pintu masuk Desa Wadas. Tapi kelompok kontra menjaga tiga pintu masuk desa agar aparat tak bisa patroli. Bahkan saat Bhabinkamtibmas juga dicegat oleh beberapa orang dari luar Desa Wadas," papar Fachri.
Terkait teror yang dialami warganya itu, Kades Wadas, Fachri membenarkan bila warga yang setuju pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Bener, menerima teror dari oknum tertentu. Hal itu sudah terjadi kurang lebih satu tahun. "Teror mulai pengancaman dengan senjata tajam, pengucilan sosial hingga pengerusakan fisik. Saya sendiri pun juga diteror," tegasnya.
Padahal, menurut Fachri, mayoritas warga Wadas sudah setuju dan siap melepaskan lahan untuk pembangunan waduk. "Dari 429 pemilik lahan, 350 sudah siap pembebasan tanah. Itu sudah lebih dari 80 persen warga," jelasnya.
Baca juga: Sadis! Kepergok Selingkuh, Suami Siram Istri Pakai Air Panas hingga Melempuh
Fachri menyesalkan adanya teror sesama warga, yang menurutnya dibantu oleh orang luar Desa Wadas. Untuk itu ia mengharapkan patroli oleh aparat digencarkan di seluruh wilayah Desa Wadas.
"Ada empat pintu masuk Desa Wadas. Tapi kelompok kontra menjaga tiga pintu masuk desa agar aparat tak bisa patroli. Bahkan saat Bhabinkamtibmas juga dicegat oleh beberapa orang dari luar Desa Wadas," papar Fachri.
Lihat Juga :