Longsor Terjadi di Wilayah Pegunungan Battang, Akses Warga Tertutup
Senin, 08 November 2021 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Selain longsor, hujan deras di Kota Palopo sepanjang hari Minggu malam, menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah kelurahan Kecamatan Bara.
Bahkan video amatir yang beredar di sosial media memperlihatkan situasi mencekam, banjir mencapai ketinggian hingga puluhan sentimeter.
Banjir menggenangi jalan kelurahan memasuki rumah warga bahkan banjir memasuki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo.
Baca juga: Jembatan Miring Retak dan Ambles 25 Cm, Jalur Lalu Lintas Trans Sulawesi Lumpuh
Data yang dihimpun menyebutkan wilayah Kecamatan Bara yang terkena banjir di antaranya Keluarahan Temmalebba, Kelurahan Rampoamg, Kelurahan To' Bulung, Kelurahan Buntu Data.
"Air yang masuk ke Rumah Sakit Sawerigading, ini air dari atas, debit air tidak bisa ditampung oleh drainase sehingga meluap ke jalan. Begitu juga jalan masuk Kandea di Rampoang," ujarnya.
Untuk data pengungsi sejauh ini informasi yang diterima BPBD Kota Palopo ada di Kantor Camat Bara dan khusus di Kelurahan Temmalebba, yakni pengungsi dari Panti Asuhan Nur Ilahi sebanyak 40 santri dan 2 orang pengurus panti.
"Mereka mengungsi ke rumah warga di kelurahan setempat yang tidak terdampak banjir. Informasi terakhir, mereka sudah kembali ke pondok melakukan pembersihan," ujarnya.
Baca juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
Bahkan video amatir yang beredar di sosial media memperlihatkan situasi mencekam, banjir mencapai ketinggian hingga puluhan sentimeter.
Banjir menggenangi jalan kelurahan memasuki rumah warga bahkan banjir memasuki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo.
Baca juga: Jembatan Miring Retak dan Ambles 25 Cm, Jalur Lalu Lintas Trans Sulawesi Lumpuh
Data yang dihimpun menyebutkan wilayah Kecamatan Bara yang terkena banjir di antaranya Keluarahan Temmalebba, Kelurahan Rampoamg, Kelurahan To' Bulung, Kelurahan Buntu Data.
"Air yang masuk ke Rumah Sakit Sawerigading, ini air dari atas, debit air tidak bisa ditampung oleh drainase sehingga meluap ke jalan. Begitu juga jalan masuk Kandea di Rampoang," ujarnya.
Untuk data pengungsi sejauh ini informasi yang diterima BPBD Kota Palopo ada di Kantor Camat Bara dan khusus di Kelurahan Temmalebba, yakni pengungsi dari Panti Asuhan Nur Ilahi sebanyak 40 santri dan 2 orang pengurus panti.
"Mereka mengungsi ke rumah warga di kelurahan setempat yang tidak terdampak banjir. Informasi terakhir, mereka sudah kembali ke pondok melakukan pembersihan," ujarnya.
Baca juga: Jembatan di Palopo Retak, Masyarakat Diarahkan Gunakan Jalur Alternatif
Lihat Juga :