Bela Ibunya, Wanita di Bandung Malah Dipukul dan Dicakar Ketua RT
Senin, 01 November 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
"Gak tau gimana tiba-tiba dimarahin keponakan aku itu oleh yang pakai baju merah (ED), ada mamah aku. Mamah aku marah lah ke keponakan aku teh, teriak-teriak, itu siang kejadiannya. Gak tau kenapa, mungkin salah paham disangkanya ke dia, dia datang ke rumah marah-marahin si mamah nunjuk-nunjuk sambil ngomong kasar ke si mamah," beber Wina saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (1/11/2021).
"Aku gak terima (ibunya dimaki-maki), terus saya video. Tadinya aku gak niat di-upload di mana-mana ya cuman supaya dia tuh ada efek jera soalnya dia gak sekali dua kali masalah kecil juga suka dibesar-besarkan dia mah," sambung Wina.
Video aksi kekerasan verbal itu pun akhirnya viral. Mengetahui hal itu, kakak pelaku yang tak lain Ketua RT yang juga berinisial ED lalu mendatangi rumahnya pada malam harinya untuk menuntut Wina menghapus video yang kadung viral itu. Wina bersedia menghapus video asalkan adik Ketua RT itu meminta maaf pada ibunya.
Baca juga: Kisah Ciung Wanara dari Jawa Barat dan Perebutan Kekuasaan di Kerajaan Galuh
"Wina tuh mau hapus, tapi minta maaf, dia gak mau. Ya udah lah di situ pakekeuh-kekeuh (cekcok). Mungkin dia emosi terus mukul kepala dari belakang. Aku balik ke dia terus mau melawan saling hadap-hadapan sama RT-nya dia malah muka aku diambil terus digituin (dicakar) lagi," ungkap Wina.
Selain menjadi korban penganiayaan, sejak peristiwa itu, Wina pun merasa terancam. Pasalnya, dia menerima kabar jika pelaku dikhawatirkan gelap mata dan mengancam keselamatannya. Alhasil, Wina pun belum berani kembali ke rumah dan tinggal berpindah-pindah tempat di rumah temannya.
"Aku gak terima (ibunya dimaki-maki), terus saya video. Tadinya aku gak niat di-upload di mana-mana ya cuman supaya dia tuh ada efek jera soalnya dia gak sekali dua kali masalah kecil juga suka dibesar-besarkan dia mah," sambung Wina.
Video aksi kekerasan verbal itu pun akhirnya viral. Mengetahui hal itu, kakak pelaku yang tak lain Ketua RT yang juga berinisial ED lalu mendatangi rumahnya pada malam harinya untuk menuntut Wina menghapus video yang kadung viral itu. Wina bersedia menghapus video asalkan adik Ketua RT itu meminta maaf pada ibunya.
Baca juga: Kisah Ciung Wanara dari Jawa Barat dan Perebutan Kekuasaan di Kerajaan Galuh
"Wina tuh mau hapus, tapi minta maaf, dia gak mau. Ya udah lah di situ pakekeuh-kekeuh (cekcok). Mungkin dia emosi terus mukul kepala dari belakang. Aku balik ke dia terus mau melawan saling hadap-hadapan sama RT-nya dia malah muka aku diambil terus digituin (dicakar) lagi," ungkap Wina.
Selain menjadi korban penganiayaan, sejak peristiwa itu, Wina pun merasa terancam. Pasalnya, dia menerima kabar jika pelaku dikhawatirkan gelap mata dan mengancam keselamatannya. Alhasil, Wina pun belum berani kembali ke rumah dan tinggal berpindah-pindah tempat di rumah temannya.
Lihat Juga :