Bupati Bulukumba Minta Pengerjaan Konstruksi Diawasi Ketat
Senin, 01 November 2021 - 13:56 WIB
loading...
Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar bersama PUPR Bulukumba. Foto: Istimewa
A
A
A
BULUKUMBA - Pengerjaan konstruksi di Kabupaten Bulukumba , diminta agar bisa diawasi ketat agar daya tahan bangunan bisa maksimal dan panjang.
“Jangan konstruksi itu hanya bertahan dan dirasakan manfaatnya dalam satu periode pemerintahan saja. Lalu periode berikutnya direncanakan lagi dan itu terus berulang,” kata Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bulukumba.
Baca Juga: Pemuda di Bulukumba Didorong untuk Kembangkan Sektor Pertanian
Andi Utta sapaan akrabnya memanggil dan meminta seluruh konsultan pengawas agar melakukan pengawasan pekerjaan dengan baik sesuai prosedurnya. Dalam mengawasi tidak boleh ada konflik interest dengan rekanan yang diawasi. “Jika memang ada kesalahan, tidak boleh ditolerir, siapa pun dia,” tegas Andi Utta.
Untuk perbaikan konstruksi ke depan, Andi Utta juga berharap sedapat mungkin menerapkan teknologi dalam pelaksanaannya. Misalnya dalam pembangunan jaringan irigasi sudah menggunakan cetakan panel yang berstandar nasional. Selain kualitasnya terjamin, proses pekerjaannya juga lebih efektif dan efisien.
“Jangan konstruksi itu hanya bertahan dan dirasakan manfaatnya dalam satu periode pemerintahan saja. Lalu periode berikutnya direncanakan lagi dan itu terus berulang,” kata Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bulukumba.
Baca Juga: Pemuda di Bulukumba Didorong untuk Kembangkan Sektor Pertanian
Andi Utta sapaan akrabnya memanggil dan meminta seluruh konsultan pengawas agar melakukan pengawasan pekerjaan dengan baik sesuai prosedurnya. Dalam mengawasi tidak boleh ada konflik interest dengan rekanan yang diawasi. “Jika memang ada kesalahan, tidak boleh ditolerir, siapa pun dia,” tegas Andi Utta.
Untuk perbaikan konstruksi ke depan, Andi Utta juga berharap sedapat mungkin menerapkan teknologi dalam pelaksanaannya. Misalnya dalam pembangunan jaringan irigasi sudah menggunakan cetakan panel yang berstandar nasional. Selain kualitasnya terjamin, proses pekerjaannya juga lebih efektif dan efisien.
Lihat Juga :