alexametrics

Operasi Ketupat Lodaya 2020, Polda Jabar Putar Balik Ratusan Ribu Kendaraan

loading...
Operasi Ketupat Lodaya 2020, Polda Jabar Putar Balik Ratusan Ribu Kendaraan
Petugas memeriksa elf yang mengangkut penumpang di gerbang Tol Cileunyi. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2020 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat, Polda Jabar dan jajaran telah memutar balik ratusan mobil pribadi yang diubah menjadi angkutan penumpang atau travel gelap.

Kendaraan travel gelap itu kedapatan membawa penumpang mudik dan balik. Padahal pemerintah telah melarang mudik dan balik untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, tindakan penyekatan yang dilakukan saat PSBB mulai 3 hingga 30 Mei lalu. Sebanyak 194 unit kendaraan pengangkut penumpang ditindak dengan diputar balik ke kota atau daerah asal.

Dari angka tersebut, kata Erlangga, sebanyak 185 travel gelap yang ditindak. "Jumlah tindakan penyekatan pada PSBB terhadap travel umum, travel gelap, dan mobil barang sebanyak 194 unit dengan rincian 6 unit travel umum, 185 unit travel gelap dan 3 unit mobil barang," ujar Erlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2020).



Selain travel gelap, sebanyak 118.852 unit kendaraan pribadi baik mobil maupun mobil diputar balik karena diduga mengangkut pemudik saat arus mudik maupun arus balik.

Erlangga mengemukakan pada arus mudik, polisi memutarbalikkan 91.918 unit kendaraan saat Operasi Ketupat Lodaya sejak 24 April hingga 25 Mei 2020.



"Dengan perincian kendaraan bermotor roda dua sebanyak 54.810 unit, kendaraan bermotor roda empat sebanyak 34.128 unit, dan bus sebanyak 2.980 unit," ujar Kombes Pol Erlangga.

Sedangkan untuk arus balik, tutur Kabid Humas, polisi mencatat dari tanggal 26 Mei hingga 30 Mei 2020 ada sebanyak 26.934 kendaraan yang dihalau dan diputarbalikkan.

"Arus balik sebanyak 26.934 kendaraan yang dikembalikan dengan perincian, kendaraan bermotor roda dua sebanyak 8.257 unit, kendaraan bermotor roda empat sebanyak 18.245 unit, dan bus sebanyak 432 unit," tutur dia.

Menurut Erlangga, selama Operasi Ketupat Lodaya 2020 juga terjadi penurunan jumlah kecelakaan yang signifikan hingga 50 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019. Mulai dari angka kecelakaan, korban jiwa, hingga kerugian materil.

Dia merincikan, kejadian kecelakaan lalu lintas tahun 2019 sebanyak 777 kejadian dan tahun 2020 sebanyak 389 kejadian. Sehingga ada penurunan 388 kejadian atau ada penurunan 50 persen.

Lalu korban meninggal dunia 2019 sebanyak 351 orang dan tahun 2020 sebanyak 92 orang, sehingga ada penurunan 259 orang atau turun 74 persen. Korban luka berat tahun 2019 sebanyak 93 orang dan tahun 2020 sebanyak 92 orang, sehingga ada penurunan 1 orang atau 1 persen.

Korban luka ringan tahun 2019 sebanyak 811 orang dan tahun 2020 sebanyak 433 orang, sehingga ada penurunan 378 orang atau 47 persen. Adapun kerugian materil adalah tahun 2019 sebanyak Rp1.521.550.000 dan tahun 2020 sebanyak Rp567.250.000, jadi ada penurunan sekitar 63 persen.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak