Tertimbun Longsor, 6 Penambang Emas Tewas di Lubang Sedalam 8 Meter
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 08:24 WIB
loading...
Enam orang penambang emas di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tewas tertimbun tanah longsor. Foto/iNews TV/Normansyah
A
A
A
KOTAWARINGIN TIMUR - Nasib tragis dialami para penambang emas di Desa Tumbang Torung, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Mereka tewas saat lokasi tambangnya diterjang longsor, Kamis (28/10/2021).
Baca juga: Penambang Emas Ilegal Diultimatum Segera Tinggalkan Bungo
Para penambang emas ini tewas dalam lubang penambangan sedalam delapan meter. jenazah para korban baru berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman pada Kamis (28/10/2021) tengah malam.
Peristiwa memilukan tersebut, terjadi pada siang sekitar pukul 12.00 WIB. Para korban sedang beraktivitas melakukan penambangan emas, tiba-tiba tanah di bagian atas lubang penambangan longsor akibat hujan lebat.
Baca juga: Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Usai Ditembak OTK di Pidie
Ada 11 orang penambang emas yang saat kejadian melakukan penambangan, lima di antaranya lolos dari maut setelah berhasil menyelamatkan diri. "Lokasinya sangat jauh, butuh waktu 7-8 jam perjalanan untuk mencapai lokasi," ujar Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel Magat.
Baca juga: Penambang Emas Ilegal Diultimatum Segera Tinggalkan Bungo
Para penambang emas ini tewas dalam lubang penambangan sedalam delapan meter. jenazah para korban baru berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman pada Kamis (28/10/2021) tengah malam.
Peristiwa memilukan tersebut, terjadi pada siang sekitar pukul 12.00 WIB. Para korban sedang beraktivitas melakukan penambangan emas, tiba-tiba tanah di bagian atas lubang penambangan longsor akibat hujan lebat.
Baca juga: Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Usai Ditembak OTK di Pidie
Ada 11 orang penambang emas yang saat kejadian melakukan penambangan, lima di antaranya lolos dari maut setelah berhasil menyelamatkan diri. "Lokasinya sangat jauh, butuh waktu 7-8 jam perjalanan untuk mencapai lokasi," ujar Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel Magat.
Lihat Juga :