Kapolres Nunukan Hajar Anak Buah, Sanksi Tunggu Hasil Visum Korban

Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:29 WIB
loading...
Kapolres Nunukan Hajar...
Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan aksi pemukulan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar terhadap anak buahnya, Bripka Sony L tidak dibenarkan. Foto/iNewsTv/Usman Coddang
A A A
NUNUKAN - Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan aksi pemukulan yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar terhadap anak buahnya, Bripka Sony L tidak dibenarkan.

Kabid Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Budi Rachmad menegaskan tindakan yang dilakukan AKBP Saiful Anwar seharusnya sesuai mekanisme hukuman yang ada, dan tidak dengan cara kekerasan.

Baca juga: Mengaku Tak Ada Paksaan, Bripka Sony Minta Maaf soal Beredarnya Video Pemukulan Kapolres Nunukan

"Tidak benarkan, siapa yang membenarkan. Ya salah lah. Kan ada mekanismenya, Kapolres adalah atasan yang berhak menghukum (ankum) penuh dia bisa memberikan teguran lisan, tertulis, tindakan fisik push up bahkan bisa sampai pemecatan. Itu dia mekanisme itu tidak dilakukan karena emosi," ujar Budi saat dihubungi wartawan, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, Budi sebut Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar yang saat ini telah dicopot melakukan penganiayaan kepada Bripka Sony L karena khilaf dan jengkel.

"Karena khilaf. Saya ketemu, saya tanya dia khilaf dan jengkel. Jengkel jadi khilaf," jelasnya.

Sementara itu, Budi menyatakan Bripka Sony L menjalani visum. "Kalau kasus pemukulan penganiayaan pemukulan yang menyababkan seorang itu terluka pasti otomatis sekaligus orang yang diperiksa langsung diarahkan ke rumah sakit terdekat untuk visum luar," ucap Budi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Terungkap, Selebgram...
Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
Kronologi Wanita Ditabok...
Kronologi Wanita Ditabok Sesama Penumpang JakLingko
Angin Kencang Terjang...
Angin Kencang Terjang Klaten, Karhutla Muncul di Nunukan
Perempuan Dikejar dan...
Perempuan Dikejar dan Diduga Dianiaya saat Akan Bersaksi di Persidangan
Tegur Ibu Pukul Anak...
Tegur Ibu Pukul Anak di Stasiun Depok, Anggota TNI Dianiaya 3 Pelaku
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Mantan ART Erin Wartia...
Mantan ART Erin Wartia Kabur Karena Ibunya Kritis dan Tak Diizinkan Pulang
Rekomendasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved