Polisi Junior di Baubau Dianiaya Polisi Senior dalam Barak, Korban Luka Berat
Rabu, 26 Februari 2025 - 18:27 WIB
loading...
Polisi junior di Kota Baubau, Sultra mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan polisi senior hingga korban terluka parah. Aksi penganiayaan terjadi di dalam barak lingkungan Polres Baubau. Foto: iNews/Andhy Eba
A
A
A
BAUBAU - Polisi junior di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan polisi senior hingga korban terluka parah. Aksi penganiayaan terjadi di dalam barak di lingkungan Polres Baubau.
Bripda AK, Bintara muda yang baru saja resmi menjadi anggota Polri harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Baubau.
Baca juga: Diduga Dianiaya Polisi, Tahanan di Pasuruan Babak Belur
AK dianiaya dengan pukulan bertubi-tubi pada bagian perut yang berlangsung hampir setengah jam. Tindakan kekerasan ini bermula saat AK resmi menjadi warga barak Bintara muda yang diduga menerapkan tradisi penyambutan warga baru dengan aksi kekerasan.
Kuasa hukum korban Safrin Salam mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/2/2025) saat Bripda AK yang sedang tertidur dibangunkan para seniornya pada pukul 12 tengah malam.
Dua seniornya kemudian melakukan aksi kekerasan dengan memukul bagian bawah perut korban secara bergantian yang berlangsung selama hampir setengah jam. “Senior yang lain mengawasi situasi agar aksi mereka tidak ketahuan,” ujar Safrin, Rabu (26/2/2025).
Usai dianiaya, korban yang kesakitan sempat tertidur hingga pagi harinya korban mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.
Bripda AK, Bintara muda yang baru saja resmi menjadi anggota Polri harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Baubau.
Baca juga: Diduga Dianiaya Polisi, Tahanan di Pasuruan Babak Belur
AK dianiaya dengan pukulan bertubi-tubi pada bagian perut yang berlangsung hampir setengah jam. Tindakan kekerasan ini bermula saat AK resmi menjadi warga barak Bintara muda yang diduga menerapkan tradisi penyambutan warga baru dengan aksi kekerasan.
Kuasa hukum korban Safrin Salam mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/2/2025) saat Bripda AK yang sedang tertidur dibangunkan para seniornya pada pukul 12 tengah malam.
Dua seniornya kemudian melakukan aksi kekerasan dengan memukul bagian bawah perut korban secara bergantian yang berlangsung selama hampir setengah jam. “Senior yang lain mengawasi situasi agar aksi mereka tidak ketahuan,” ujar Safrin, Rabu (26/2/2025).
Usai dianiaya, korban yang kesakitan sempat tertidur hingga pagi harinya korban mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.
Lihat Juga :