Dukung Pemuda di Polewali Mandar, Rikolto Dorong Pengembangan Wirausaha Pertanian Berbasis Digital
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kita perlu mendorong milenial agar pengelolaan seluruh aspek pertanian seperti kakao dikelola secara modern. Anak muda perlu diperkenalkan bahwa masalah-masalah pertanian itu dapat diselesaikan dengan teknologi. Saya harap anak muda di sini yang telah mengikuti pelatihan dari Rikolto, dapat berbagi inspirasi dan contoh di masyarakat baik selaku petani atau pebisnis untuk juga memanfaatkan teknologi," terang Hassani.
Baca juga: 4 Pasangan Mesum Asyik Bersetubuh di Kamar Hotel di Makassar
Executive Director ASEAN Foundation, Yang Mee Eng mengatakan, Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas program Empowering Youth Across ASEAN (EYAA), sebuah program kolaborasi ASEAN Foundation dan Maybank Foundation, yang bertujuan mendukung generasi muda di ASEAN untuk membawa solusi-solusi inovatif terhadap isu sosial dan lingkungan yang dihadapi komunitas di seluruh negara ASEAN.
"Kami ingin meningkatkan semangat partisipasi generasi muda di pertanian dengan teknologi. Anak muda adalah pemimpin masa depan ASEAN, dan kami ingin mendorong mereka untuk terlibat aktif melakukan transformasi di sektor pertanian sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan di komunitas," Yang Mee Eng.
Lebih jauh ia menerangkan, November mendatang, kader yang telah mengikuti pelatihan juga akan mencoba langsung prototipe teknologi sensor yang sudah dikembangkan di perkebunan kakao. Selain itu, akan diikuti juga dengan pelatihan pemasaran digital bersama fasilitator dan relawan muda ASEAN terkait proses dan strategi pemasaran produk secara digital.
Baca juga: 4 Pasangan Mesum Asyik Bersetubuh di Kamar Hotel di Makassar
Executive Director ASEAN Foundation, Yang Mee Eng mengatakan, Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas program Empowering Youth Across ASEAN (EYAA), sebuah program kolaborasi ASEAN Foundation dan Maybank Foundation, yang bertujuan mendukung generasi muda di ASEAN untuk membawa solusi-solusi inovatif terhadap isu sosial dan lingkungan yang dihadapi komunitas di seluruh negara ASEAN.
"Kami ingin meningkatkan semangat partisipasi generasi muda di pertanian dengan teknologi. Anak muda adalah pemimpin masa depan ASEAN, dan kami ingin mendorong mereka untuk terlibat aktif melakukan transformasi di sektor pertanian sehingga juga dapat meningkatkan pendapatan di komunitas," Yang Mee Eng.
Lebih jauh ia menerangkan, November mendatang, kader yang telah mengikuti pelatihan juga akan mencoba langsung prototipe teknologi sensor yang sudah dikembangkan di perkebunan kakao. Selain itu, akan diikuti juga dengan pelatihan pemasaran digital bersama fasilitator dan relawan muda ASEAN terkait proses dan strategi pemasaran produk secara digital.
(eyt)
Lihat Juga :