Rammang-Rammang Raih Penghargaan Kampung Troklim Utama
Kamis, 21 Oktober 2021 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Iwan menjelaskan, tahapan pelaksanaan dimulai sejak Juni 2021. Selanjutnya pada September, tim dari kementerian turun melakukan verifikasi lapangan. Bagi Rammang-Rammang, ini kali pertama mereka ikut ajang kampung proklim.
"Ini pertama kali kami ikut dan kami bersyukur karena langsung dapat tropi. Selain kami, ada juga dari beberapa daerah di Sulsel ini," ujarnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Rammang-rammang Masih Tidur, Harus Dibangun untuk Ungkap Pesonanya
Terkait 5 desa terbaik pengelolaan air bersih, Kepala Desa Salenrang, Muhammad Syahrir mengatakan, desanya menjadi satu-satunya dari Sulsel yang masuk dalam nominasi itu. Dia pun diundang ke Jakarta untuk memberikan materi sekaligus menerima penghargaan.
"Programnya itu dari Kementerian Dalam Negeri Dirjen Bina Desa. Di sana saya diundang jadi pemateri terkait pengelolaan air bersih di Salenrang," kata Syahrir.
Dia menjelaskan, di tahun 2014 program Pansimas masuk ke wilayahnya, namun kala itu tidak berjalan. Saat dia menjabat Kades 2017, Syarir menganggarkan pengelolaan air bersih dari Dana Desa dan mulai bisa berjalan.
"Awalnya kami anggarkan Rp 107 juta untuk melengkapi kekurangan program Pansimas. Selanjutnya kami anggarkan lagi Rp 330 juta untuk resevoir dari 10 menjadi 50 kubik serta pipanisasi dan pompa. Lalu kami buat Bumdesnya sebagai pengelola," terangnya.
"Ini pertama kali kami ikut dan kami bersyukur karena langsung dapat tropi. Selain kami, ada juga dari beberapa daerah di Sulsel ini," ujarnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Rammang-rammang Masih Tidur, Harus Dibangun untuk Ungkap Pesonanya
Terkait 5 desa terbaik pengelolaan air bersih, Kepala Desa Salenrang, Muhammad Syahrir mengatakan, desanya menjadi satu-satunya dari Sulsel yang masuk dalam nominasi itu. Dia pun diundang ke Jakarta untuk memberikan materi sekaligus menerima penghargaan.
"Programnya itu dari Kementerian Dalam Negeri Dirjen Bina Desa. Di sana saya diundang jadi pemateri terkait pengelolaan air bersih di Salenrang," kata Syahrir.
Dia menjelaskan, di tahun 2014 program Pansimas masuk ke wilayahnya, namun kala itu tidak berjalan. Saat dia menjabat Kades 2017, Syarir menganggarkan pengelolaan air bersih dari Dana Desa dan mulai bisa berjalan.
"Awalnya kami anggarkan Rp 107 juta untuk melengkapi kekurangan program Pansimas. Selanjutnya kami anggarkan lagi Rp 330 juta untuk resevoir dari 10 menjadi 50 kubik serta pipanisasi dan pompa. Lalu kami buat Bumdesnya sebagai pengelola," terangnya.
Lihat Juga :