Alami Penyakit Langka, Perempuan Asal Bandung Barat Ini Sulit Tidur Sejak 2014
Selasa, 19 Oktober 2021 - 04:11 WIB
loading...
Cucu (terbaring) warga Kampung Warung Jati, Desa Ciptagumati, Cikalongwetan, KBB, yang menderita penyakit sulit tidur sejak tahun 2014 kini kondisinya mulai membaik walau masih harus menunggu penanganan medis lebih lanjut. Foto/Dok.MPI
A
A
A
BANDUNG BARAT - Cucu (45) warga Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami kondisi susah tidur sejak tahun 2014. Meski saat ini kondisinya mulai membaik, namun Cucu hanya bisa tidur nyenyak dalam 10 menit saja.
Fani Fadilah, anak perempuan Cucu yang setiap hari mengurusnya menyebutkan, kondisi ibunya mulai membaik dan bisa memejamkan mata meskipun hanya untuk 10 menit. Badannya juga yang dulu sering gerak-gerak dan merasakan sakit kini sudah berkurang.
"Saya bersyukur, alhamdulillah kondisi ibu sekarang mulai membaik, bisa tidur pulas meski hanya hitungan menit," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).
Menurutnya, perubahan juga terlihat dari kondisi fisiknya yang sudah mulai kuat berjalan. Untuk pergi ke kamar mandi juga sekarang sudah bisa, padahal sebelumnya hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur. Hal itu membuat keluarga senang dan semoga kondisi sang ibu terus membaik dan normal seperti dulu.
Fani menceritakan, pada bulan September ibunya sempat menjalani CT Scan di Rumah Sakit Santosa untuk melihat apa yang terjadi di bagian kepalanya. Hasilnya dikataian dokter baik, namun harus dijadwalkan menjalani CT Scan ulang sepekan kemudian untuk melihat gangguan pada lehernya. Baca: Geger, Gudang Penampungan Minyak Ilegal di Muarojambi Ludes Terbakar.
Fani Fadilah, anak perempuan Cucu yang setiap hari mengurusnya menyebutkan, kondisi ibunya mulai membaik dan bisa memejamkan mata meskipun hanya untuk 10 menit. Badannya juga yang dulu sering gerak-gerak dan merasakan sakit kini sudah berkurang.
"Saya bersyukur, alhamdulillah kondisi ibu sekarang mulai membaik, bisa tidur pulas meski hanya hitungan menit," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).
Menurutnya, perubahan juga terlihat dari kondisi fisiknya yang sudah mulai kuat berjalan. Untuk pergi ke kamar mandi juga sekarang sudah bisa, padahal sebelumnya hanya bisa beraktivitas di atas tempat tidur. Hal itu membuat keluarga senang dan semoga kondisi sang ibu terus membaik dan normal seperti dulu.
Fani menceritakan, pada bulan September ibunya sempat menjalani CT Scan di Rumah Sakit Santosa untuk melihat apa yang terjadi di bagian kepalanya. Hasilnya dikataian dokter baik, namun harus dijadwalkan menjalani CT Scan ulang sepekan kemudian untuk melihat gangguan pada lehernya. Baca: Geger, Gudang Penampungan Minyak Ilegal di Muarojambi Ludes Terbakar.
Lihat Juga :