Kisah Maulana Hasanuddin Raja Banten Pertama yang Termasyhur

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 05:15 WIB
loading...
Kisah Maulana Hasanuddin...
Kisah Maulana Hasanuddin Raja Banten Pertama yang Termasyhur/Andryanto Wisnuwidodo/Sindonews
A A A
Cerita pagi kali ini mengulas Maulana Hasanuddin, merupakan raja Banten pertama termasyhur yang memerintah pada kurun waktu 1552-1570 M. Beliau dikenal sebagai Sulthanul-Auliya' Wal Arifin Asy-SyaikhSultan Syarif Maulana HasanuddinAl-Azhamatkhan Al-HusainiAl-Bantani.

Maulana Hasanuddin adalah seorang pendiriKesultanan Banten. Beliau juga bergelarPangeran Sabakingkin atau Seda Kingkin yang bertakhta di Banten dalam rentang waktu1525-1570 M. Beliau merupakan putra dari salah satu Wali Songo, yaituAsy-SyaikhMaulana Sultan Syarif HidayatullahAl-Azhamatkhan Al-HusainiAl-CirbuniShahib Jabal Jati(Sunan Gunung Jati).

Baca Juga: Siasat Gajah Mada dan Persaingan Menumpas Pemberontakan Sadeng dan Keta

Kesultanan Bantenadalah sebuah kerajaanIslamyang pernah berdiri diTatar Pasundan,ProvinsiBanten,Indonesia. Berawal sekitar tahun1526, ketikakesultanan Cirebondankesultanan Demakmemperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir baratPulau Jawa, dengan menaklukkan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai kawasan perdagangan.

Kisah Maulana Hasanuddin Raja Banten Pertama yang Termasyhur

Benteng Surosowan melindungi Kerajaan Banten

Selama kepemimpinannya, beliau diberi gelar Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan. Berdasarkan sejarah Banten dalam ''Banten dalam Perjalanan Jurnalistik'' yang ditulis Lukman Hakim, berdiri Kerajaan Banten di Banten Girang sebelum Hasanuddin dinobatkan menjadi raja Banten yang pertama.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah bersama anaknya Hasanuddin memimpin pasukan Demak pada awal abad XVI menaklukkan Kerajaan Banten. Selama masa kepemimpinan dua tokoh karismatik itu, kerajaan menjadi makmur dengan menghasilkan lada yang menjadi sumber perdagangan masa tersebut.

Selama awal masa kekuasaan Maulana Hasanuddin, pusat pemerintahan Kesultanan Banten berada di Banten Girang. Kala itu, transportasi utama dilakukan melalui Sungai Cibanten sepanjang 13 km dari Teluk Banten. '

Dalam catatan sejarah, transportasi yang menghubungkan pelabuhan dengan Banten Girang yakni melalui Sungai Cibanten dan jalan darat yang terdapat di kedua sisi sungai tersebut. Sebelumnya, ketika masih menjadi bagian kekuasaan Pajajaran dengan Pusat Pemerintahan di Banten Girang, Banten belum dikenal luas di kalangan pedagang.

SetelahSunan Gunung Jatidan Maulana Hasanuddin menaklukkan daerah ini, ditetapkanlah Surosowan sebagai Ibu Kota Kerajaan Islam Banten dengan raja pertamanyaMaulana Hasanuddin.

Baca Juga: Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

Pada saat Maulana Hasanudnin berkuasa, rakyat Banten lebih senang menyebutnya dengan sebutanPangeran Sabakingkin, yang artinya rindu dengan kebijaksanaan.Di masa kekuasaanMaulana Hasanuddin, KotaBanten Lamameliputi area seluas 1.200.000 m2. Pangeran Sabakingkin juga membangun menara penjagaan di utara dekat pantai yang terbuat dari kayu dan dilengkapi persenjataan meriam.

Kisah Maulana Hasanuddin Raja Banten Pertama yang Termasyhur

Makam Raja Maulana Hasanuddin ramai dikunjungi peziarah setiap hari.

Maulana Hasanuddin membangun keraton dan benteng Surosowoan serta Masjid Agung Banten. Raja Maulana Hasanuddin mangkat pada tahun 1570 dan dimakamkan di halaman Mesjid Agung Banten di sebelah utara. Setelah wafat, Maulana Hasanudin digantikan puteranyaMaulana Yusuf, Panembahan Pekalangan Gede.

Sumber: Wikipedia, Banten dalam Perjalanan Jurnalistik oleh Lukman Hakim
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
PSI Banten Fokus Percepat...
PSI Banten Fokus Percepat Pembentukan Ranting
Gempa Guncang Sumur...
Gempa Guncang Sumur Banten Minggu Dini Hari, Tidak Berpotensi Tsunami
Kantor Pertanahan se-Banten...
Kantor Pertanahan se-Banten Tetap Buka selama Libur Idulfitri 2026
BCF Jadi Ajang Unjuk...
BCF Jadi Ajang Unjuk Karya, Menekraf: Ini Bukti Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Mahasiswa Prodi Sains...
Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi MNC University Dinobatkan sebagai Putra/i Budaya Banten 2026
Daftar 783 Sekolah Gratis...
Daftar 783 Sekolah Gratis di Banten 2026, SPP hingga Biaya LKS Ditanggung
Rekomendasi
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved